Ilustrasi karya seniman tentang hubungan antara gravitasi kuantum dan kemungkinan penyimpangan dari norma Newton.(INAF)
SELAMA puluhan tahun, para intelektual terus mencari style esensial kelima di alam semesta. Gaya misterius ini diharapkan bisa menjelaskan kejadian kosmis nan belum terpecahkan, seperti daya gelap (dark energy) dan materi gelap (dark matter). Selama ini, isi kosmos kita hanya bisa dijelaskan oleh empat style esensial nan sudah diketahui: gravitasi, elektromagnetisme, serta style nuklir kuat dan lemah.
Di saat nan sama, para peneliti juga berupaya merumuskan teori gravitasi kuantum (quantum gravity). Teori ini bermaksud menyatukan teori relativitas umum Albert Einstein, dengan mekanika kuantum nan mengatur fisika subatomik. Kini, kedua perburuan besar tersebut akhirnya saling bertautan.
Sebuah penelitian terbaru sukses membangun kerangka kerja gravitasi kuantum nan memberikan petunjuk krusial mengenai keberadaan style esensial kelima. Menariknya, penelitian ini tidak memperkirakan tentang gimana corak style baru tersebut, melainkan langsung mempersempit pencarian dengan mengeliminasi karakter style nan tidak mungkin terjadi secara teoritis. Kerangka kerja nan digunakan dinamakan asymptotic safety.
"Salah satu tantangan utama adalah mengatasi halangan konseptual: gravitasi kuantum sering dipandang sebagai topik nan sangat abstrak, nyaris mustahil untuk dikaitkan dengan kejadian nan dapat diamati," ujar Alfio Bonanno dari Institut Astrofisika Nasional Italia (INAF).
"Dalam beberapa hal, ini seperti berdiri di depan tembok gunung nan dianggap semua orang tidak bisa didaki. Langkah pertama bukanlah teknis, melainkan mental: meyakinkan diri sendiri bahwa jalan nan memungkinkan itu betul-betul ada. Karya ini lahir tepat dari buahpikiran tersebut: mencari hubungan nyata antara fisika skala sangat mini dan kejadian nan berpotensi dapat diamati di bumi nyata," tambahnya.
Tim peneliti menemukan bahwa norma dasar teori ini dapat langsung menolak keberadaan beberapa style baru tertentu, tanpa perlu menunggu pembuktian penelitian laboratorium. Hal ini membuka jalan bagi penelitian masa depan untuk menguji gravitasi kuantum secara lebih presisi.
"Studi kami menunjukkan bahwa gravitasi kuantum mungkin bukan hanya teori nan sah pada daya ekstrem nan tidak dapat dicapai, tetapi juga mempunyai akibat nyata dan dapat diuji pada skala nan jauh lebih besar," pungkas Emiliano Glaviano, rekan peneliti dari INAF. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·