Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan peninjauan pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026).(ANTARA/Prisca Triferna Violleta)
TANGAN Wakil Presiden Gibran Rakabuming perlahan menanam pohon pinus ke dalam tanah di lingkungan Gereja Katedral Salib Suci Baru, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026). Bagi masyarakat Asmat, pinus tersebut bukan sekadar tanaman hias, melainkan menyimpan makna besar: simbol kehidupan nan terus bertumbuh, angan nan terus dijaga, serta komitmen untuk menuntaskan sebuah katedral nan dibangun dari semangat gotong royong dan kekayaan alam setempat.
Kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Wapres di wilayah Papua Selatan. Berdasarkan keterangan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), kunjungan ini bermaksud memastikan pembangunan prasarana dasar, termasuk sarana pelayanan keagamaan, melangkah optimal di wilayah tersebut.
Komitmen Pembangunan Inklusif di Wilayah 3T
Peninjauan proses pembangunan gereja ini sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan nan inklusif dan berkeadilan. Fokus utama pemerintah adalah menyentuh area terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar tidak ada wilayah nan merasa ditinggalkan dalam proses modernisasi nasional.
Setibanya di lokasi, Wapres Gibran menerima paparan mendalam mengenai perkembangan bentuk gedung dari Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agats, Vallens Aji Sayekti. Aji menjelaskan bahwa struktur utama gereja telah rampung sepenuhnya. Saat ini, proyek memasuki tahap krusial, ialah penyelesaian genting dan pengerjaan interior.
Fakta Pembangunan Katedral Salib Suci Baru:
- Material Utama: Menggunakan kayu lokal unik Asmat untuk seluruh interior.
- Metode Kerja: Dilakukan secara manual oleh tenaga kerja lokal.
- Tenaga Kerja: Melibatkan 35 pekerja struktur dan 16 pekerja interior.
- Durasi Penjagaan: Proses pembangunan intensif telah melangkah selama lima bulan terakhir.
Sentuhan Kayu Lokal dan Semangat Gotong Royong
Salah satu karakter dari Katedral Salib Suci Baru adalah penggunaan material lokal nan melimpah di tanah Asmat. "Kayunya semua dari sini semua, Pak. Kayu lokal ini, Pak. Ini manual semua, Pak," ujar Aji saat memberikan penjelasan kepada Wapres.
Pembangunan ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong. Sumber pendanaan dan tenaga berasal dari beragam pihak, mulai dari donatur, pemerintah daerah, hingga sumbangan sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN) berakidah Katolik serta partisipasi aktif umat setempat. Meski demikian, pihak Keuskupan mengakui tetap terdapat kekurangan anggaran untuk menyelesaikan seluruh perincian pembangunan hingga tuntas.
Simbol Keberlanjutan di Tanah Papua
Penanaman pohon pinus oleh Wapres Gibran di akhir peninjauan diharapkan menjadi pemantik semangat kebersamaan. Pohon ini menjadi representasi kepedulian terhadap lingkungan sekaligus komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal masa depan Asmat nan lebih baik melalui penyediaan akomodasi publik dan keagamaan nan layak.
Kunjungan ini menegaskan bahwa pembangunan di Papua Selatan tidak hanya soal bentuk bangunan, tetapi juga tentang membangun jiwa dan spiritualitas masyarakat melalui sarana nan representatif dan menghargai kearifan lokal. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·