IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan, Berpeluang Sentuh Level 6.545

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Seorang laki-laki melangkah di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan tetap berkesempatan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (3/8). Pada penutupan perdagangan Jumat (31/7), IHSG menguat 49,762 poin alias 0,80 persen ke level 6.236,126.

Analis MNC Sekuritas menilai, secara teknikal IHSG tetap berada dalam tren naik. Penguatan indeks juga telah sukses menembus level rata-rata pergerakan harian (MA20) sekaligus mencapai sasaran penguatan nan sebelumnya diproyeksikan.

"Posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga tetap berkesempatan melanjutkan penguatan dengan sasaran di kisaran 6.352-6.545," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, dikutip kumparan, Senin (3/8).

Meski demikian, MNC Sekuritas mengimbau investor untuk tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ke area 6.108-6.187. Adapun level support IHSG berada di 6.029 dan 5.839, sedangkan level resistance diproyeksikan pada kisaran 6.266-6.377.

MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham nan layak dicermati pada perdagangan hari ini, ialah BRMS, ENRG, MBMA, dan PSAB.

Senada, Phintraco Sekuritas juga memperkirakan IHSG tetap bakal melanjutkan tren penguatan pada pekan ini. "Secara teknikal, IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380 pada pekan ini," tulis Phintraco dalam risetnya.

Pengunjung melintas di depan layar nan menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Potensi penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah sentimen global. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (31/7), didorong kenaikan saham Amazon. Penguatan tersebut terjadi meski imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) terus meningkat. Yield tenor 30 tahun naik ke level 5,25 persen, tertinggi sejak 2007, sementara tenor 10 tahun mencapai 4,7 persen alias level tertinggi sejak Januari 2025.

Di sisi lain, nilai minyak Brent juga ditutup naik 1,2 persen mendekati level USD 88 per barel. Sepanjang Juli 2026, nilai Brent telah melonjak nyaris 24 persen, mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Maret. Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Phintraco menilai pelaku pasar pada pekan ini bakal mencermati perkembangan bentrok Amerika Serikat dan Iran serta dampaknya terhadap nilai minyak bumi dan prospek inflasi global. Investor juga bakal memperhatikan pergerakan saham-saham berbasis kepintaran buatan (AI) menjelang rilis laporan finansial SpaceX dan AMD.

Selain itu, perhatian pasar bakal tertuju pada sejumlah info ekonomi Amerika Serikat, terutama info ketenagakerjaan. Jika info tenaga kerja AS dirilis lebih kuat dari perkiraan, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku kembang referensi The Fed pada pertemuan September berpotensi kembali menguat.

Dari dalam negeri, IHSG sukses menutup perdagangan Juli 2026 di area positif setelah mencatat return bulanan negatif selama enam bulan berturut-turut.

Investor juga bakal mencermati sejumlah agenda ekonomi domestik pada pekan ini, mulai dari rilis PMI manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan pada Senin (3/8), info pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 pada Rabu (5/8), hingga persediaan devisa dan indeks nilai properti pada Jumat (7/8). Penurunan nilai BBM nonsubsidi nan mulai bertindak sejak 1 Agustus 2026 diperkirakan menjadi sentimen positif tambahan bagi pasar.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP sebagai pilihan utama (top picks) untuk dicermati sepanjang pekan ini.

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual suatu produk investasi tertentu.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan