Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut tingkat kerukunan umat berakidah di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Ia mengungkapkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) pada 2025 mencapai nomor tertinggi sejak Indonesia berdiri.
Hal itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri aktivitas Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).
"Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial nan hidup di masyarakat Indonesia nan majemuk. Indonesia adalah lukisan Tuhan nan paling bagus di muka bumi ini, maka tidak boleh ada nan mengacak-acaknya," kata Nasaruddin.
Ia mengatakan, ribuan umat dan tokoh lintas kepercayaan nan datang dalam angan berbareng tersebut menjadi simbol kuatnya persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
"Malam ini, ribuan umat dan para tokoh lintas kepercayaan berkumpul dalam satu majelis memanjatkan angan terbaik bagi negerinya. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta nan sama kepada Indonesia," ujarnya.
Nasaruddin menjelaskan, upaya pemerintah dalam merawat kerukunan membuahkan hasil positif. Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025.
"Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025, tertinggi semenjak negeri ini berdiri," ungkap Nasaruddin.
Menurut dia, capaian tersebut juga melampaui sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025 sebesar 76,47 dan mendekati sasaran akhir RPJM 2029 nan ditetapkan sebesar 78,25.
Selain itu, Menag menyebut Indeks Kesalehan Umat Beragama juga mengalami peningkatan menjadi 84,20 pada 2025.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh kepercayaan nan dinilai konsisten menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh kepercayaan nan terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini krusial lantaran kerukunan adalah modal dasar pembangunan," pungkasnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·