Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut tidak semua bingkisan itu disebut gratifikasi alias suap.
Terutama, jika bingkisan itu diberikan seseorang secara tulus tanpa mengharap imbal apa-apa.
Untuk menjelaskan maksudnya itu, dia menukil kisah Nabi Muhammad SAW nan diberi seekor kijang oleh seorang penduduk Arab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri peringatan HUT ke-219 Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (9/5). Dalam sambutannya, Nasaruddin mengisahkan Nabi Muhammad pernah menolong seekor kijang.
Pada saat itu, Nabi Muhammad tengah lewat di depan rumah orang Arab. Di depan rumah itu terdapat kijang nan baru melahirkan. Nasaruddin mengisahkan bahwa kijang itu minta kepada Nabi Muhammad agar ikatannya dilepas lantaran mau mencari makan.
"Kijangnya manggil: 'Ya, Nabi, Nabi, Nabi, tolong ikatan leher saya ini dibuka'. Induk kijang besar tuh. Pengawal Nabi, sahabat Nabi (bertanya) 'Kenapa berhenti?', 'Anda tidak tahu bahasanya kijang, saya tahu artinya. Dia berteriak memanggil saya'. Artinya apa? Tolong saya, tali ikatan leher saya ini dilepas," kata Nasaruddin menirukan percakapan Nabi Muhammad seperti dikutip dari detik.com.
Setelah Nabi Muhammad melepaskan kijang dari ikatannya, induk kijang itu berlari untuk mencari makan. Beberapa saat kemudian kijang itu kembali dalam keadaan kenyang sehingga bisa untuk menyusui anak-anaknya. Nabi Muhammad kemudian mengikatkan kembali tali ke leher kijang.
"Begitu Nabi mengikatkan lehernya, datang nan punya, 'Ya, Nabi, ada apa engkau Anda datang ke tempat kami? Satu kebanggaan. Kenapa kau pegang kijang itu? Kalau Anda mau ambil, ambil. Ambil kijang itu, di sini insya Allah kami bisa tangkap lagi'," katanya.
Pemilik kijang tersebut memberikan kijang kepada Nabi Muhammad. Nasaruddin mengatakan kisah itu bisa diambil pelajaran bahwa semua pemberian nan tulus dan bingkisan itu bukan gratifikasi.
"Ini pembelajaran Bapak, Ibu, jika kita dikasih bingkisan seseorang dengan penuh ketulusan, tidak semua bingkisan itu gratifikasi. Ini tulus kok, dikasih," kata Nasaruddin.

Ia melanjutkan, Nabi Muhammad menerima pemberian itu dengan penuh penghargaan. Bahkan, Nabi disebut membawa sendiri kijang tersebut tanpa meminta support sahabatnya.
"Itu caranya seorang tokoh nan baik menghargai pemberian orang. Dia nggak minta ajudannya, asistennya, 'tolong ambil itu'. Dia sendiri nan bawa kijang itu," ujarnya.
Namun, lanjut Nasaruddin, Nabi Muhammad pada akhirnya kembali melepaskan kijang tersebut agar bisa kembali merawat anak-anaknya di alam bebas.
"Biarkan dia kembali membesarkan anak-anaknya. Ini hewan langka," tutur Nasaruddin menirukan ucapan Nabi Muhammad.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga membujuk masyarakat untuk lebih menyayangi hewan dan menjaga alam. Menurutnya, kasih sayang terhadap makhluk hidup merupakan bagian dari aliran kepercayaan dan nilai kemanusiaan.
"Mari kita menyayangi binatang, mari kita menyayangi burung, dan jika kita menyayangi semua, langit pun bakal sayang terhadap kita," katanya.
Acara HUT ke-219 KAJ turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo, serta tokoh lintas kepercayaan lainnya.
(agt)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·