Menag Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Bahasa Asing Hadapi Tantangan Global

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Awaludin , Jurnalis-Sabtu, 19 September 2026 |10:20 WIB

Menag Dorong Santri Kuasai Ilmu dan Bahasa Asing Hadapi Tantangan Global

Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto: dok ist)

JAKARTA - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan keahlian akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan kedalaman batin. Perpaduan keduanya menjadi salah satu kekuatan pendidikan pesantren nan perlu terus dikembangkan secara komprehensif.

Hal itu disampaikan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Amin, Kediri, nan diasuh KH Anwar Iskandar, Jumat (18/9/2026). Seusai salat Magrib berjamaah, Menag menyempatkan berbincang dengan para santri.

Menurutnya, pesantren menjadi ruang pendidikan nan memungkinkan para santri mengembangkan aspek intelektual dan kebersihan hati secara seimbang.

“Ilmu Allah tidak cukup (diraih) dengan belajar dan menghafal. Kalau (mau mendapatkan) pengetahuan Allah, hati kudu bersih,” pesan Menag kepada para santri.

Menurut Menag, proses menuntut pengetahuan tidak cukup hanya mengandalkan keahlian intelektual. Kebersihan hati menjadi bagian krusial agar pengetahuan dapat diterima dan dipahami secara lebih mendalam.

Menag berambisi pendidikan pesantren bisa melahirkan generasi nan tidak hanya mempunyai kecakapan intelektual, tetapi juga akhlak, nurani, dan kedalaman spiritual. Pendekatan nan memadukan dimensi logika dan jiwa tersebut menjadi karakter krusial pendidikan pesantren di tengah perkembangan zaman.

“Pesantren tidak hanya (mengajarkan) dengan akal, tetapi juga batin, intuisi, nurani, wahyu, dan ilham,” tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑