Nasaruddin Umar kemudian membujuk masyarakat untuk melakukan muhasabah alias introspeksi diri sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan.
Dia menjelaskan, kualitas keislaman seseorang mempunyai tingkatan nan kudu terus diupayakan, ialah fasik, awam, ahlul thoa, ahlul ibadah, hingga ahlullah.
Menurutnya, fasik adalah mereka nan mengaku Muslim namun tidak menjalankan kewajiban, sedangkan awam merujuk pada mereka nan sudah mulai beribadah, tetapi belum konsisten dan tetap sebatas formalitas.
“Di atasnya ada ahlul thoa, nan sudah mulai disiplin dalam ibadah, namun tetap merasa terbebani. Lalu ada ahlul ibadah, nan menjalankan ibadah lantaran cinta kepada Allah,” ujar Nasaruddin.
Dia menambahkan, tingkat tertinggi adalah ahlullah, ialah mereka nan telah mencapai kecintaan penuh kepada Allah. Pada tahap ini, seseorang tidak lagi membedakan antara ibadah wajib dan sunnah serta tidak menghitung-hitung kebaikan nan dilakukan.
“Semoga kita semua bisa terus naik dari satu tingkat ke tingkat berikutnya dalam kualitas keislaman kita,” ucapnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·