Paus Leo XIV memulai kunjungan resmi di Spanyol dengan memuji kebijakan imigrasi dan perdamaian, serta menyoroti rumor sensitif pelecehan seksual di lingkungan Gereja.(Vatican news)
pEMIMPIN Tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, memulai kunjungan resminya ke Spanyol dengan memuji sikap pemerintah setempat nan menentang perang serta dukungannya terhadap para migran. Kunjungan selama tujuh hari ini diprediksi bakal menyoroti beragam rumor sensitif, mulai dari imigrasi hingga skandal pelecehan di lingkungan internal Gereja.
Saat berbincang dalam aktivitas resepsi berbareng Raja Felipe VI dan Ratu Letizia di istana kerajaan di Madrid, Paus Leo menyampaikan apresiasinya atas "komitmen aktif Spanyol terhadap perdamaian dan solidaritas antar-bangsa."
Paus juga memuji kepatuhan Spanyol terhadap norma internasional dan multilateralisme. Langkah ini dinilai sebagai corak support moril bagi Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, nan sempat berbeda mengerti dengan Presiden AS Donald Trump mengenai rumor Iran, serta dengan Israel mengenai perang di Gaza. Paus Leo sendiri kerap menerima kritik keras dari Trump lantaran pandangan-pandangan antiperangnya.
Pesan perdamaian tersebut, menurut Paus di Madrid, "saat ini sayangnya dianggap naif oleh sebagian orang dan konfrontatif bagi nan lain," namun perihal itu semestinya "disambut oleh mereka nan tidak menutup diri dalam ideologi nan sudah tertanam sebelumnya."
Selain urusan diplomasi, agenda krusial Paus Leo selama di Spanyol adalah menemui para korban pelecehan seksual di lingkungan Gereja Katolik. Saat berbincang kepada wartawan di dalam pesawat sebelum mendarat, Paus menegaskan kasus pelecehan seksual tetap menjadi "luka nan terbuka" bagi Gereja.
Isu ini sempat memanas setelah studi dari instansi ombudsman Spanyol pada tahun 2023 memperkirakan bahwa 1,1% dari populasi negara tersebut, alias sekitar 440.000 orang, pernah mengalami pelecehan oleh personil klerus alias perseorangan nan mengenai dengan Gereja, meskipun info ini dibantah oleh pihak Gereja. Menanggapi ketegangan tersebut, Pemerintah PM Sanchez dan Gereja Katolik Spanyol akhirnya menandatangani kesepakatan kompensasi bagi para korban pada Maret lalu. Raja Felipe VI pun memuji "kejelasan dan ketegasan" Paus Leo dalam menangani masalah ini, nan disebutnya "sangat krusial dalam proses pengobatan dan perbaikan atas kerusakan nan ditimbulkan."
Terkait rumor imigrasi, Spanyol di bawah pemerintahan sayap kirinya mengambil langkah kontras dari kebanyakan negara Eropa lainnya dengan berencana memberikan status norma kepada sekitar 500.000 migran tanpa arsip agar mereka dapat terintegrasi ke dalam bumi kerja. Di akhir perjalanannya nanti, Paus dijadwalkan mengunjungi Kepulauan Kenari berbareng PM Sanchez untuk memberikan penghormatan kepada ribuan migran nan tewas dalam perjalanan menuju Eropa.
Di sela-sela ketegangan agenda tersebut, suasana sempat mencair ketika seorang wartawan di dalam pesawat bertanya apakah Paus lebih memilih Barcelona alias Real Madrid. Dengan strategi diplomasi nan jenaka, dia menjawab bahwa Paus mendukung semua tim.
"Namun Prevost mendukung Real Madrid," tambah sang Pontifex, merujuk pada nama lahirnya, Robert Francis Prevost. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·