Memoar Earl Spencer Buka Luka Lama Kematian Diana, Istana Buckingham Membantah

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Memoar Earl Spencer Buka Luka Lama Kematian Diana, Istana Buckingham Membantah Putri Diana(Royal UK)

WARISAN dari kematian tragis Diana, Putri Wales, kembali memicu luka lama bagi family Kerajaan Inggris. Memoar tanpa basa-basi nan ditulis oleh adik kandungnya, Earl Spencer, memicu perselisihan terbuka dengan pihak Istana Buckingham mengenai tuduhan seputar respons terhadap wafatnya sang putri.

Buku berjudul Swan Song: Diana, My Sister tersebut menghadirkan kembali kenangan emosional saat kematian Diana pada akhir musim panas 1997. Kala itu, family kerajaan sempat dinilai kaku dan kehilangan simpati publik, sebelum mendiang Ratu Elizabeth II akhirnya menyampaikan pidato langsung di televisi.

"Kita semua telah mencoba dengan langkah kita masing-masing untuk mengatasinya. Tidak mudah untuk mengungkapkan rasa kehilangan, lantaran kejutan awal sering kali diikuti oleh campuran emosi lain: ketidakpercayaan, ketidakpahaman, kemarahan - dan keprihatinan bagi mereka nan ditinggalkan," ujar mendiang Ratu kala itu.

Tuduhan Earl Spencer dan Tanggapan Istana

Perselisihan terbaru ini dipicu kesaksian Earl Spencer mengenai percakapannya dengan Pangeran Charles (kini Raja Charles III) tak lama setelah kematian Diana. Spencer menyatakan Charles sempat mengatakan kepadanya, "Kita bakal segera melupakannya." Ia juga menyebut Charles terdengar "sangat gembira" dan seperti "pemenang lotere" setelah mendengar berita duka tersebut.

Istana Buckingham menyampaikan tanggapan resmi nan membantah narasi percakapan tersebut. Pihak Istana menyatakan Raja Charles "menyadari rasa sakit dari duka persaudaraan dapat mengabutkan logika sehat, memengaruhi penilaian, dan mewarnai ingatan dengan langkah nan tidak dikenali oleh orang lain."

Namun, Earl Spencer secara tegas mempertahankan keakuratan klaimnya dalam sebuah wawancara berbareng media.

"Saya dapat memberi tahu Anda di sini dan saat ini, itu adalah kata-kata persis nan dia katakan. Saya sangat waspada terhadap apa nan dia katakan dan itu adalah kata-kata nan tepat nan dia katakan dan saya janjikan itu kepada Anda sekarang. Sungguh, itulah nan dia katakan. Saya tidak mendengar dia mengatakan bahwa dia tidak mengatakan itu," tegas Spencer.

Dampak Publik dan Pandangan Pakar

Luka emosional nan belum tuntas ini juga membentang pada hubungan di antara kedua putra Diana. Dalam memoarnya nan berjudul Spare, Pangeran Harry sempat mengingat keberatan Earl Spencer saat meminta kedua pangeran muda melangkah di belakang peti jenazah ibunya.

"Paman Charles mengamuk. 'Anda tidak bisa membikin anak-anak ini melangkah di belakang peti meninggal ibu mereka! Itu barbar'," tulis Harry.

Menanggapi kontroversi kitab terbaru Spencer, pengamat kerajaan Richard Palmer menilai berita ini berpotensi mengganggu reputasi nan telah dibangun Istana. "Buku ini dan periode menjelang peringatan 30 tahun kematian Diana tahun depan menakut-nakuti bakal merusak kerja keras Rumah Tangga Kerajaan selama tiga dasawarsa untuk memulihkan gambaran Charles dan Camilla," ujarnya.

Sebaliknya, sejarawan Sir Anthony Seldon menilai publikasi tersebut kurang tepat. Meski memuji keberanian Spencer saat pemakaman Diana, dia menyebut memoar ini sebagai "publikasi nan menyedihkan dan tidak perlu."

Jajak pendapat terbaru dari YouGov menunjukkan pandangan publik Inggris terbelah atas klaim ini. Sebanyak 31% responden mempercayai tuduhan Earl Spencer, 36% menduga tuduhan itu tidak benar, sementara 33% sisanya menyatakan tidak tahu. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia