Memanas! AS Lancarkan Serangan Balasan ke Iran Usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Memanas! AS Lancarkan Serangan Balasan ke Iran Usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh Ilustrasi(Centcom)

KETEGANGAN di Timur Tengah kembali membara setelah pasukan Amerika Serikat meluncurkan serangan udara ke Iran pada Selasa waktu setempat. Presiden Donald Trump menegaskan tindakan tersebut merupakan tindakan jawaban setelah sebuah helikopter militer Amerika ditembak jatuh oleh pihak Republik Islam sehari sebelumnya.

Dalam wawancara telepon dengan ABC News, Trump menyatakan AS merespons "dengan langkah nan kuat" atas "apa nan mereka lakukan terhadap helikopter kami tadi malam."

"Dan saya percaya responsnya kudu sangat kuat, sangat bertenaga, dan itulah makna dari serangan ini," ujar Trump.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan Amerika mulai meluncurkan serangan pertahanan diri terhadap Iran pada pukul 17.00 waktu setempat atas perintah langsung Panglima Tertinggi. Menurut CENTCOM, misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran nan tidak beralasan. Media lokal Iran melaporkan bunyi ledakan terdengar di pesisir selatan negara tersebut, dekat Selat Hormuz.

Serangan jawaban ini terjadi hanya beberapa jam setelah Trump menyatakan bahwa negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah sudah memasuki tahap akhir. Gencatan senjata nan rentan sebenarnya telah melangkah sejak 8 April, namun situasi kembali memanas setelah Iran dan Israel saling serang akhir pekan lalu.

Sebelumnya, helikopter Apache milik Angkatan Darat AS menjadi pesawat berawak kedua nan dikonfirmasi Washington jatuh akibat ditembak Iran, menyusul jatuhnya jet tempur F-15 pada April lalu. Dua awak helikopter sukses diselamatkan dalam kondisi stabil di dekat pantai Oman dengan support drone laut.

Merespons situasi ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak pasukan asing untuk segera meninggalkan Selat Hormuz guna menghindari akibat terjebak dalam baku tembak.

"Selat Hormuz BUKAN perairan internasional tetapi milik berbareng antara Iran dan Oman," tegas Araghchi. "Pasukan asing nan berada dekat dengan wilayah kami menghadapi akibat konstan akibat kesalahan manusia dari mereka sendiri, kecelakaan murni, alias potensi terjebak dalam baku tembak. Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi. Kami lebih menyukai bahasa diplomasi tetapi bisa berbincang dalam bahasa lain juga."

Konflik nan meluas ini berakibat langsung pada perekonomian global. Jalur pelayaran di Selat Hormuz, nan menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia, mengalami gangguan parah. Akibat buletin serangan terbaru ini, nilai minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) langsung melonjak 1,4% hingga menyentuh nomor US$89,40 per barel sesaat sebelum pasar Asia dibuka pada Rabu pagi. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia