Ketika Anda memegang sebuah bola basket di luar angkasa. Kemudian Anda bertanya berapa banyak informasi, dalam satuan bit, nan bisa disembunyikan di dalam bola itu? Jawaban klasiknya tak terbatas, lantaran Anda bisa mengecilkan tulisan semakin kecil. Tapi alam semesta tidak mengizinkan itu. Sejak tahun 1970-an, fisikawan menemukan ada pemisah mutlak. Hal ini bisa terjadi lantaran norma fisika melarang info terlalu padat. Batas itu sederhana, ialah luas permukaan bola basket dibagi empat kali konstanta Planck. Lalu muncul masalah, apa jadinya jika ruang-waktu tidak rata? Jika dia melengkung akibat gravitasi bintang alias mengembang lantaran daya gelap? Di sinilah konsep Covariant Entropy Bound dan Bousso’s Holographic Bound masuk. Mereka memaksa relativitas umum dan ketidakpastian kuantum berbaikan dalam skala kosmologis. Lantas apa itu Covariant Entropy Bound dan Bousso’s Holographic Bound? Daripada perasaan, yuk langsung kita masuk ke pembahasan-nya. Definisi Entropi Kovarian dan Light-Sheet – Jangan Bayangkan Volume Anda biasa mendengar entropi sebagai ukuran kekacauan. Dalam fisika lubang hitam, entropi diartikan sebagai ukuran info nan lenyap di kembali horizon peristiwa. Stephen Hawking dan Jacob Bekenstein mencoba membuktikan bahwa entropi lubang hitam sebanding dengan luas horizon, bukan volume interiornya. Prinsip ini kemudian digeneralisasi. Pada tahun 1995, fisikawan Ted Jacobson apalagi menunjukkan bahwa persamaan Einstein bisa diturunkan dari dugaan bahwa entropi setiap permukaan sinar terbatas. Tapi gimana arti tepatnya? Covariant Entropy Bound nan diformulasikan oleh Flanagan, Marolf, dan Wald pada tahun 2000 mengatakan: ambil sembarang permukaan berdimensi dua nan berkarakter seperti ruang, misalnya kulit bola imajiner di alam semesta. Dari permukaan itu, pancarkan empat sinar cahaya: dua ke masa depan, dua ke masa lalu. Di antara keempatnya, hanya sinar nan merenggang alias menyusut secara tidak membesar (ekspansi non-positif) nan membentuk light-sheet. Batasnya tegas, total entropi semua materi dan radiasi nan melewati light-sheet itu tidak boleh lebih besar dari seperempat luas permukaan awal dalam satuan Planck. Light-sheet bisa sangat panjang, apalagi mencapai ujung alam semesta, tapi kapabilitas informasinya tetap terbatas. Definisi ini kovarian, artinya dia tidak berjuntai pada langkah Anda memotong ruang-waktu menjadi ruang dan waktu. Ini krusial lantaran relativitas umum mengajarkan bahwa waktu berkarakter relatif. Jadi, pemisah ini bertindak untuk semua pengamat, di mana pun, kapan pun. Tapi kenapa kudu light-sheet? Karena sinar adalah nan tercepat, sehingga info apapun kudu mengikuti jalur cahaya. Dengan membatasi jalur cahaya, Anda secara otomatis membatasi semua info nan mungkin lewat. Dari sini kita masuk ke kasus nan lebih spesifik ialah alam semesta nan mengembang. Uji di Alam Semesta Mengembang – Mengapa Entropi Tak Mungkin Tak Terbatas Coba imajinasikan di pikiran anda, alam semesta kita nan terus mengembang. Jika Anda mengambil permukaan bola raksasa di langit malam, lampau membikin light-sheet ke masa lalu, Anda bakal mendapatkan kerucut sinar nan menelusuri sejarah kosmos hingga awal mula. Di dalam kerucut itu, ada miliaran galaksi, setiap galaksi punya miliaran bintang, setiap bintang menyimpan entropi dari reaksi nuklir dan radiasi termal. Jika tidak ada batas, maka total entropi itu bisa saja meledak tak terkendali. Tapi Bousso’s Holographic Bound mencoba membuktikan bahwa jumlahnya tetap terbatas oleh luas permukaan awal dan pemisah ini bertindak di semua ruang-waktu nan memenuhi null energy condition—sebuah kondisi standar dalam relativitas umum nan menyatakan bahwa daya tidak pernah negatif di sepanjang sinar cahaya. Dalam praktiknya, pemisah ini membatasi jumlah info total nan dapat diakses oleh seorang pengamat selama sejarah alam semesta. Hasilnya, jumlah bit maksimum nan mungkin teramati dari big bang hingga hari ini adalah sekitar 10¹²⁴ bit, sebuah nomor raksasa namun tetap berhingga. Angka ini muncul dari luas horizon kosmologis saat ini. Tanpa pemisah entropi kovarian, tidak ada nan bisa menghentikan Anda secara teoritis untuk menyimpan lebih banyak info dengan membikin materi semakin padat. Namun fisikawan tahu bahwa kerapatan daya tak terbatas bakal membikin ruang-waktu runtuh menjadi singularitas sebelum info bisa tercatat. Jadi pemisah ini juga konsisten dengan gravitasi. Setelah memahami pemisah di ruang-waktu mengembang, kita perlu mengecek apakah pemisah ini juga memperkuat di ruang-waktu paling ekstrem ialah di dekat lubang hitam. Light-Sheet Menembus Horizon – Pertarungan Melawan Singularitas Uji paling ketat untuk Covariant Entropy Bound adalah di dekat lubang hitam supermasif. Misalkan permukaan B adalah bola tepat di luar horizon peristiwa. Light-sheet ke masa dalam diarahkan ke dalam lubang hitam. Sepanjang perjalanan sinar ke dalam, ekspansinya negatif lantaran gravitasi meremas sinar. Menurut pemisah kovarian, entropi total dari semua materi nan jatuh ke dalam lubang hitam melalui light-sheet itu tidak boleh melampaui luas horizon peristiwa dibagi empat konstanta Planck. Dan memang, inilah nan disebut norma kedua mekanika lubang hitam, ialah luas horizon tidak pernah berkurang, dan entropi materi nan jatuh selalu meningkatkan luas horizon. Bousso mencoba bahwa jika ada pelanggaran pemisah entropi, maka Anda bisa membangun mesin kekal nan melanggar norma termodinamika. Percobaan pemikiran terkenal oleh Bousso (2003) menunjukkan bahwa jika entropi dalam suatu light-sheet melampaui A/4, maka suatu lembar sinar bakal memfokus lebih awal dari nan diizinkan relativitas umum, menghasilkan keanehan kausalitas—dua titik berbeda dalam ruang-waktu bisa terhubung oleh dua jalur sinar berbeda, sesuatu nan tidak mungkin dalam relativitas umum klasik. Jadi, pemisah ini diturunkan dari konsistensi logis relativitas umum dan termodinamika. Di sinilah tantangan terbesar muncul, gimana prinsip ketidakpastian kuantum ikut bermain? Dalam skala sangat kecil, dekat panjang Planck (10^−35 meter), ekspansi sinar tidak bisa didefinisikan dengan pasti lantaran metrik ruang-waktu berfluktuasi secara kuantum. Namun pemisah entropi kovarian mengabaikan perincian perubahan ini dan hanya mengandalkan pengetahuan ukur rata-rata. Apakah ini berfaedah pemisah tersebut hanya pendekatan klasik? Tidak. Justru sebaliknya, banyak fisikawan, termasuk Juan Maldacena dan Raphael Bousso, percaya bahwa pemisah entropi adalah prinsip mendasar nan bakal memperkuat dalam teori gravitasi kuantum apapun. Bukti paling kuat adalah korespondensi AdS/CFT, di mana gravitasi dalam ruang-waktu melengkung (misalnya ruang Anti-de Sitter) secara matematis setara dengan teori kuantum tanpa gravitasi di batasnya. Dalam kerangka itu, pemisah entropi kovarian muncul secara otomatis dari ketidakmampuan teori kuantum pemisah untuk menyimpan lebih banyak info daripada jumlah derajat kebebasan nan diberikan luas batas. Setelah memandang bukti-bukti ini, kita kudu membahas aplikasi paling luas ialah ke seluruh alam semesta nan teramati. Mengapa Ini Mengubah Cara Kita Memandang Ruang, Waktu, dan Informasi Apakah pemisah entropi kovarian hanya mainan matematis? Tidak. Ia mempunyai akibat langsung pada kosmologi. Prinsip holografik nan kemudian diperluas oleh Bousso menyatakan bahwa penjelasan paling esensial dari alam semesta 4 dimensi dapat dituliskan pada permukaan 2 dimensi di pemisah kosmologis. Dalam prakteknya, berfaedah jumlah info total nan bisa diakses oleh pengamat mana pun di alam semesta kita berhingga. Ini mirip dengan resolusi piksel pada layar monitor alam semesta. Karena jumlah info berhingga, maka perubahan kuantum nan menghasilkan struktur galaksi tidak bisa sembarang. Untuk saat ini, Covariant Entropy Bound dan Bousso’s Holographic Bound adalah satu-satunya prinsip nan konsisten dengan semua uji: lubang hitam, kosmologi, relativitas umum, dan termodinamika kuantum. Kesimpulan sederhananya, alam semesta tidak bisa menyembunyikan lebih banyak info daripada nan diizinkan oleh luas permukaan sinar terakhir nan menyentuhnya. Dan kita baru mulai memahaminya. Jika Anda mau mendalami lebih lanjut, cari kata kunci "Bousso bound" di arXiv.org alias baca The Holographic Principle oleh Raphael Bousso.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·