Mejeng di Invirotech, MIND ID Tunjukan Praktik Pengelolaan Limbah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, turut meramaikan arena Invirotech 2026 nan diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dalam kesempatan ini, MIND ID menghadirkan booth berjudul "MINERALive: Tambang nan Menghidupkan".

Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, bumi upaya mempunyai peran krusial dalam mendorong penerapan teknologi bersih dan mempercepat ekonomi sirkular sebagai bagian dari upaya menjawab beragam tantangan lingkungan hidup.

"Dunia upaya mempunyai peran krusial dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular," ujar Jumhur dikutip Jumat (12/6/2026).

Menurut Jumhur, teknologi dan penemuan perlu terus dikembangkan agar bisa memberikan solusi nyata bagi persoalan lingkungan sekaligus membantu industri menjalankan tanggung jawabnya.

"INDO ENVIROTECH merupakan ruang nan mempertemukan pendapat dengan kebutuhan, teknologi dengan persoalan lapangan, penemuan dengan kebijakan, serta komitmen dengan implementasi," katanya.

Ia menambahkan bahwa teknologi kudu memberikan faedah nan konkret bagi sektor industri dan masyarakat.

"Teknologi kudu membantu industri memenuhi tanggungjawab lingkungannya," ujar Jumhur.

Booth MINDID turut dikunjungi oleh Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat. Ia meninjau langsung beragam program pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular nan ditampilkan oleh MIND ID berbareng personil grupnya.

Adapun kehadiran Grup MIND ID melalui booth ini merupakan bagian dari upaya untuk menunjukkan praktik pengelolaan limbah nan berorientasi pada pengelolaan akibat lingkungan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

MIND ID memperlihatkan bahwa limbah nan dikelola dengan tepat dapat menjadi sumber daya nan memberi faedah lingkungan sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Dalam booth tersebut, MIND ID menampilkan tiga area utama nan merepresentasikan pendekatan pengelolaan limbah terintegrasi. Pada area pertama, ditampilkan program pengolahan sampah organik berbasis maggot nan telah dijalankan di beragam wilayah operasional.

Selama penyelenggaraan Invirotech 2026, sampah organik nan dikumpulkan dari visitor diolah secara langsung menggunakan maggot, dengan hasil pengolahan seperti volume sampah terurai dan pupuk organik nan dihasilkan disampaikan secara terbuka.

Dari aktivasi ini, visitor mendapat pupuk nan merupakan rayuan untuk berbareng memulihkan kelestarian alam sekitar.

Pada area kedua, MIND ID menghadirkan demonstrasi pengelolaan sampah plastik melalui perangkat plastic press dan plastic crusher nan merepresentasikan penerapan program bank sampah di masyarakat.

Pengunjung dapat berperan-serta dengan menyetorkan sampah plastik nan kemudian diolah dan ditampilkan sebagai bagian dari proses daur ulang.

Ditampilkan pula teknologi 3D printer nan menjadi representasi bahwa sampah anorganik di Grup MIND ID bisa menghasilkan produk kerajinan tangan nan berfaedah dan berbobot tambah ekonomi. Inovasi ini menunjukkan bahwa dengan penemuan nan tepat maka limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbobot ekonomi sekaligus membuka kesempatan upaya bagi masyarakat.

Pada bagian atas booth, MIND ID menghadirkan instalasi bertema "awan mendung dan awan cerah" sebagai simbol komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan nan lebih bersih dan berkelanjutan. Instalasi ini merepresentasikan tujuan jangka panjang dari beragam program pengelolaan limbah nan dijalankan, ialah menciptakan kualitas lingkungan nan lebih baik bagi generasi mendatang.

MIND ID meyakini pengelolaan limbah menjadi bagian krusial dalam transformasi industri pertambangan menuju praktik nan lebih berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak pula support publik terhadap penguatan praktik pengelolaan lingkungan berbasis penemuan dan teknologi.

Bagi MIND ID, pertambangan tidak hanya tentang menghasilkan mineral, tetapi juga memastikan bahwa setiap prosesnya memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Sejalan dengan perihal tersebut, Jumhur menegaskan bahwa pembangunan dan perlindungan lingkungan tidak perlu dipertentangkan.

"Membangun Indonesia bukan berfaedah mengabaikan lingkungan. Memelihara lingkungan juga bukan berfaedah melupakan pembangunan. Jangan mempertentangkan pembangunan dengan lingkungan," tegasnya.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News