Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melantik ketua organisasi sayap dan badan partai dalam rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Dalam pelantikan tersebut, Megawati mengambil sumpah Diah Pikatan Orissa Putri Haprani alias Pinka Haprani sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), serta melantik kembali Andi Widjajanto sebagai Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa hormat 2025–2030.
Megawati tiba di ruang aktivitas didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani. Puan tampak menggandeng Megawati sembari menyapa dan melempar senyum kepada peserta nan telah datang termasuk jejeran pengurus DPP PDIP nan telah berada di ruang acara. Megawati, Puan dan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto duduk berdampingan paling depan
Sebelum prosesi pengambilan sumpah dimulai, Megawati terlebih dulu memastikan kesiapan para ketua organisasi sayap dan badan partai nan bakal dilantik. “Sebelum mengucapkan janji jabatan, saya mau menanyakan dulu. Ini betul-betul bersiap alias tidak?” tanya Megawati.
“Betul?” lanjut Megawati, nan langsung dijawab serentak, “Betul.”
Megawati kemudian memimpin pembacaan janji kedudukan secara bergantian, dimulai dari Pinka Haprani berbareng seluruh jejeran pengurus Taruna Merah Putih.
Pinka dipercaya memimpin TMP, organisasi sayap kepemudaan PDIP nan menjadi salah satu wadah kaderisasi politik bagi generasi muda dari beragam latar belakang. Di dalam kepengurusannya terdapat tokoh-toloh muda seperti Patria Ginting, mantan Ketua BEM UI, Melki Sedek dan wartawan Pangeran Siahaan.
Prosesi berikutnya dilanjutkan dengan pelantikan Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) beserta jejeran pengurusnya. Bamusi merupakan organisasi sayap PDIP nan bergerak dalam bagian keagamaan Islam.
Setelah memimpin pengambilan sumpah, Megawati meminta seluruh jejeran Bamusi segera bekerja keras menjalankan tugas organisasi.
“Telah selesai dan dengan demikian maka saudara-saudara sekalian telah menjadi personil nan namanya DPP Baitul Muslimin Indonesia alias Bamusi. Dan saya berambisi bekerjalah dengan keras,” kata Megawati.
Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah Andi Widjajanto berbareng jejeran pengurus Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa hormat 2025–2030.
Andi kembali dipercaya Megawati memimpin BARAK nan mempunyai tugas antara lain membangun pusat info partai, melakukan kajian terhadap proses legislasi nasional, merumuskan kebijakan berbasis ideologi kerakyatan, serta menyiapkan pertimbangan dan transformasi organisasi partai.
Dalam pengantarnya sebelum pembacaan janji kedudukan Andi dan jajaran, Megawati menekankan pentingnya riset berbasis sains dalam tubuh partai politik. Menurut Presiden Kelima RI itu, partai politik tidak boleh melangkah tanpa injakan riset nan matang.
“Sering kali orang berpikir jika partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains,” ujar Megawati.
Megawati juga menyoroti persoalan pengangguran di kalangan tenaga terdidik dan akademisi di Indonesia. Ia meminta badan riset partai untuk ikut membedah persoalan tersebut sekaligus mencari akar masalah dan solusinya.
“Beberapa hari ini saya membaca di surat kabar bahwa justru nan namanya orang-orang pandai kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri memandang berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan kenapa terjadi seperti itu,” tegas Megawati.
Megawati mengingatkan bahwa keberadaan badan riset merupakan salah satu instrumen krusial bagi partai untuk memberikan kontribusi terhadap penyelesaian beragam persoalan bangsa. Karena itu, dia meminta seluruh jejeran nan baru dilantik untuk segera bergerak dan menghasilkan kerja nyata.
Megawati juga memberi pengarahan kepada seluruh pengurus nan baru dilantik nan intinya meminta mereka untuk bekerja keras dan menjaga jati diri sebagai kader PDIP.
"Saya mau menitipkan satu pesan nan sangat krusial kepada seluruh kader dan seluruh Sayap dan Badan Partai: Setialah pada sumbermu. Dan sumber kekuatan kita adalah
rakyat. Jangan pernah jauh dari rakyat. Dengarkan bunyi rakyat. Rasakan degub kehidupan rakyat. Hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan. Berdiri berbareng rakyat ketika rakyat memerlukan pembelaan. Sebab, Partai nan kehilangan hubungan dengan rakyat, pada hakikatnya telah kehilangan sumber kekuatannya sendiri," ucap Megawati menutup pengarahannya.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pelantikan ketua organisasi sayap dan badan partai tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal PDIP.
Menurut Hasto, organisasi sayap dan badan partai mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kedisiplinan organisasi, memperkuat kaderisasi, sekaligus memastikan seluruh komponen partai aktif turun dan bekerja berbareng masyarakat.
“Organisasi sayap dan badan partai agar konsentrasi mendampingi dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sehari-hari masyarakat serta menyelaraskan mobilitas langkahnya dengan struktur partai,” kata Hasto.
Hasto menekankan bahwa organisasi sayap bukan sekadar kelengkapan struktur partai. Keberadaannya diharapkan bisa memperluas jangkauan kerja kerakyatan PDIP sekaligus menjadi ruang kaderisasi sesuai bagian dan pedoman sosial masing-masing.
Sementara badan partai, khususnya BARAK, diharapkan memperkuat tradisi pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan berbasis data, riset, serta kajian terhadap beragam persoalan strategis nan dihadapi masyarakat dan bangsa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·