Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri melantik Diah Pikatan Orissa Putri Haprani alias Pinka Haprani sebagai Ketua Umum organisasi sayap partai, Taruna Merah Putih (TMP) untuk periode 2025-2030, Selasa (11/8.
Dalam pelantikan nan digelar di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat itu, Pinka dilantik untuk menggantikan Hendrar Prihadi namalain Hendi.
"Setelah pelantikan ini, TMP kudu langsung bekerja membangun bonding dengan generasi muda. Jadilah ruang terbuka bagi generasi muda Indonesia untuk melakukan pendidikan politik, membangun semangat juang, dan kerja-kerja nyata di tengah rakyat," kata Megawati dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa nama nan masuk dalam struktur kepengurusan TMP, antara lain Patria Ginting, mantan Ketua BEM UI, Melki Sedek, dan wartawan Pangeran Siahaan.
Sementara, dalam sambutannya, Pinka nan juga personil Komisi I DPR itu menyoroti demografi pemilih Indonesia nan didominasi anak muda.
Mengutip info KPU per Juli 2026, pemilih muda dari kalangan Milenial dan Gen Z diperkirakan mencapai sekitar 56 persen dari total pemilih pada Pemilu 2029.
"Semangat kerja kita ke depan hanya satu: Politik Menjadi Asik. Kita mau bikin anak muda nyaman kenalan sama politik, sama PDI Perjuangan, tanpa merasa terbebani," katanya.
Andi Widjajanto Jadi Kepala Badan Riset
Di waktu nan sama, Megawati juga turut melantik ketua badan riset partai dan ketua umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), sebagai sayap partai di bagian keagamaan.
Untuk posisi Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa hormat 2025-2030, Megawati kembali menunjuk Andi Widjajanto. Sedangkan, di posisi Ketua Umum Bamusi, Megawati melantik Nasyirul Falah Amru.
Pada kesempatan itu, Megawati menekankan urgensi riset berbasis sains dalam tubuh partai politik. Menurut dia, partai politik tidak boleh melangkah tanpa injakan riset nan matang.
"Sering kali orang berpikir jika partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains," ujarnya.
Dia menyinggung nomor pengangguran di kalangan terdidik nan disebut mencapai 1 juta. la meminta badan riset partai membedah persoalan tersebut sekaligus mencari akar masalah dan solusinya.
"Beberapa hari ini saya membaca di surat kabar bahwa justru nan namanya orang-orang pandai kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri memandang berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan kenapa terjadi seperti itu," kata Megawati.
(thr/dal)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·