
Megaroket Starship SpaceX meluncur ke orbit dari kompleks peluncuran SpaceX di Starbase, Texas, AS, 28 September 20. (Foto: Reuters)
JAKARTA — Megaroket Starship milik SpaceX telah mencapai orbit untuk pertama kalinya dan meluncurkan 26 satelit sebelum mendarat di Samudra Pasifik. Ini menjadi sebuah pencapaian krusial bagi pesawat antariksa nan sedang dikembangkan ini dan menjadi kunci bagi rencana ambisius Elon Musk.
Wahana raksasa berwarna hitam-perak setinggi lebih dari 120 meter itu meluncur dari pangkalan SpaceX di Texas pada Senin (28/9/2026) pagi dengan tujuan mencapai orbit dan mengelilingi Bumi selama sekitar 10 jam.
Setelah pemisahan dan pendaratan pendorong (booster) Super Heavy nan sukses, bagian atas Starship sukses mencapai orbit—meskipun sempat terjadi masalah mesin nan menimbulkan keraguan apakah misi bakal berlanjut.
"Starship sudah berada di orbit," ujar seorang personil tim peluncuran dalam siaran langsung, disambut sorak-sorai staf SpaceX nan berkumpul di sana.
Beberapa menit kemudian, pesawat antariksa itu mulai meluncurkan satelit Starlink generasi terbaru, menambah jumlah konstelasi internet satelit masif nan menjadi sumber pendapatan utama bagi perusahaan nan sekarang telah melantai di bursa saham tersebut.
Setelah penerbangan berjalan sekitar tiga jam, para insinyur SpaceX memutuskan untuk mengarahkan pesawat antariksa tersebut keluar dari orbit (de-orbit) menuju Samudra Pasifik.
Siaran langsung memperlihatkan bagian atas roket nan meluncur turun menembus atmosfer dalam posisi tegak, sebelum mesin menyala kembali untuk memperlambat laju penurunannya menuju permukaan air.
Setelah mendarat secara vertikal, Starship tampak miring hingga rebah ke samping dan kemudian dilalap ledakan besar.
Musk menargetkan agar Starship kelak dapat digunakan kembali secara cepat, dengan mendarat di atas platform unik nan bakal menangkap roket tersebut sebelum menyentuh tanah alias permukaan air.
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·