
Tunggal putri asal Korea Selatan, An Se Young. (Foto: BWF)
PERJALANAN pebulu tangkis tunggal putri nomor satu bumi asal Korea Selatan, An Se-young, di arena Asian Games 2026 menyisakan cerita luar biasa sekaligus kontroversial. Di satu sisi, dia selangkah lagi mencetak sejarah baru sebagai pebulu tangkis putri pertama nan sukses mempertahankan gelar juara tunggal secara beruntun, namun di sisi lain, dia kudu melewati rintangan berat akibat penjadwalan turnamen nan dinilai sangat kacau.
Ketangguhan An Se-young kembali terbukti ketika dia sukses melaju ke babak final usai menundukkan wakil China, Chen Yufei, di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Bermain di babak semifinal pada Senin 28 September 2026, An Se-young hanya memerlukan waktu 40 menit untuk mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor meyakinkan 21-5 dan 21-12.
Kemenangan ini memperpanjang tren positif An atas Chen menjadi lima kemenangan beruntun. Sepanjang musim ini, atlet berjuluk si Bocah Ajaib tersebut tampil sangat dominan dengan mencatatkan 55 kemenangan dari total 56 pertandingan nan dia jalani.
Meski tampil begitu perkasa, An Se-young secara mengejutkan hanya memberi nilai 85 untuk performanya sendiri. Bagi atlet Korea Selatan tersebut, nomor 100 baru bakal tercapai jika dia bisa bermain sempurna tanpa melakukan satu pun kesalahan alias kehilangan poin.
1. Kritik Berantakannya Jadwal Asian Games 2026
Di kembali dominasinya di lapangan, terselip cerita kelam mengenai buruknya sistem penjadwalan di Asian Games 2026. An Se-young sempat mengalami kejadian melelahkan pada Sabtu 26 September 2026 lalu, di mana dia kudu melakoni dua pertandingan dalam satu hari nan sama untuk babak 32 besar dan 16 besar.
An Se-Young (Foto: Bagas Abdiel)
Meskipun sukses mengatasi perlawanan Kamila Smagulova dan Ranithma Linayage tanpa hambatan berarti, An Se-young meluapkan kekesalannya terhadap panitia pelaksana. Ia apalagi sempat berkeluh kesah kepada seniornya, Kim Ga-eun, mengenai beban bentuk nan tidak masuk logika tersebut.
"Bukankah mereka sama saja melakukan pembunuhan dengan menyuruh kami bermain dua kali dalam satu hari?" ujar An Se-young, mengutip dari Korea Joongang Daily, Selasa (29/9/2026).
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·