Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI mulai membangun kediaman terjangkau di area dekat Stasiun Manggarai, Jakarta. Proyek ini menyasar kebutuhan tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah nan berada di area strategis perkotaan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan proyek tersebut dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare nan terbagi menjadi dua blok. Lahan tersebut berstatus kewenangan pengelolaan lahan (HPL) dengan kepemilikan tanah berada di KAI.
"Kami laporkan saat ini kita bakal melakukan groundbreaking terhadap kediaman nan terjangkau di area Manggarai ini nan terdiri dari dua blok, ialah Blok G dan Blok F, dengan luas total sekitar 2,2 hektare," kata Bobby di area groundbreaking rusun Manggarai, Jumat (21/8/26).
Proyek ini bakal dikembangkan dalam corak kediaman vertikal. Selain tempat tinggal, area tersebut juga dirancang mempunyai akomodasi komersial untuk menunjang aktivitas penunggu sehari-hari.
"Konsepnya adalah bakal ada 3 plus 5 kediaman vertikal nan terdiri dari 24 lantai dengan total 3.784 unit hunian, terdiri dari 1.276 unit di Blok G dan 2.508 unit di Blok F, serta nantinya dilengkapi dengan 150 unit retail pendukung, ialah 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F," ujarnya.
Blok G bakal mempunyai 3 tower, sedangkan Blok F terdiri dari 5 tower. Pilihan unit dibuat beragam, mulai dari jenis studio hingga kediaman dengan tiga bilik tidur, sehingga kebutuhan tempat tinggal dapat disesuaikan dengan ukuran family dan keahlian penghuni.
"Blok G nantinya bakal direncanakan ada tiga tower, terdiri dari Tower A sebanyak 352 unit, Tower B sebanyak 418 unit, Tower C sebanyak 506 unit, dengan ragam unit mulai dari studio ukuran 28 meter persegi, jenis 36 dengan dua bilik tidur, dan jenis 45 dengan dua bilik tidur," tutur Bobby.
Di Blok F, jumlah unit terbesar bakal tersebar pada Tower 1 dan Tower 2, masing-masing 572 unit. Selanjutnya Tower 3 mempunyai 528 unit, Tower 4 sebanyak 308 unit, dan Tower 5 sebanyak 528 unit. Tipe nan tersedia mencakup kediaman 36 dan 45 dengan dua bilik tidur serta jenis 52 dengan tiga bilik tidur.
Pembangunan seluruh proyek ditargetkan berjalan selama 18 bulan sejak groundbreaking. KAI juga menempatkan aspek sasaran penerima faedah sebagai bagian krusial dalam pengembangan kediaman tersebut, mengingat proyek berada di tengah area perkotaan dengan akses dan nilai lahan nan strategis.
"Demikian laporan singkat nan bisa kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga groundbreaking ini merupakan momentum untuk kita memulai bentuk pengerjaan dari kediaman layak, kediaman nan terjangkau, dan terutama kediaman di tengah kota untuk masyarakat berpenghasilan rendah nan sesuai dengan Permen nan telah dikeluarkan oleh Kementerian PKP. Kita bakal menjaga governance bahwa kediaman di tengah kota ini bakal meng-address masyarakat-masyarakat berpenghasilan rendah nan sesuai kualifikasinya nan telah disyaratkan oleh pemerintah," pungkas Bobby.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·