Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |16:24 WIB

Kadin Indonesia (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjajaki kesepakatan dengan sejumlah perusahaan asal China untuk menggarap hilirisasi industri unggas. Kerja sama ini ditujukan pula menambal kebutuhan pasokan ayam, telur ayam hingga susu untuk kepentingan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie menekankan kerja sama ini mempunyai urgensi nan krusial demi mendukung keberlanjutan MBG. Saat ini, Indonesia tetap belum dapat dibilang surplus pangan mulai dari telur hingga susu.
"Dalam kalkulasi kami, program ini memerlukan 24 juta telur per hari alias 700 juta telur lebih per bulan secara nasional," kata Anin dalam sesi pertemuan upaya dengan campuran pengusaha industri telur asal China di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dia mencontohkan kebutuhan stok pangan untuk kebutuhan MBG di Provinsi Aceh. Dalam kalkulasi Kadin nan juga mempunyai dapur MBG di seluruh Indonesia, setidaknya diperlukan 600.000 telur per hari untuk kepentingan dapur-dapur MBG di Aceh.
"Presiden Indonesia memandang ini sebagai proyek prioritas, dengan 30.000 dapur, di mana KADIN berencana untuk terlibat dalam 1.000 dari 30.000 dapur, menggunakan sumber daya kita sendiri," ujarnya.
Kerja sama kali ini merupakan terobosan bagi Kadin, terutama lantaran kerja sama bagian pangan memberikan pengaruh nan sangat baik bagi ketahanan pangan negara," imbuhnya.
Seturut itu, Anin mengutarakan kebutuhan pasokan ayam pangkas juga mendesak. Sebab, jika stok unggas seperti ayam layak konsumsi lebih sedikit dibanding kebutuhan MBG, maka pemenuhan protein bagi para siswa nan digadang-gadang pemerintah tidak bakal tercapai maksimal.
"Indonesia memerlukan 80 juta paha ayam, per hari untuk 80 juta siswa," katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·