Massa Gelar Aksi Bela Palestina di Patung Kuda, Jalan Merdeka Selatan Ditutup

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Sejumlah massa menggelar tindakan bela Palestina di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sejumlah massa memadati area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Mereka melakukan unjuk rasa menyuarakan support terhadap Palestina dan menuntut kekerasan di Gaza dihentikan.

Sejak pagi hari, peserta tindakan sudah memadati letak dengan mengenakan beragam atribut bermotif bendera Palestina. Mereka juga tampak mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia secara berdampingan sebagai simbol solidaritas terhadap perjuangan rakyat Gaza.

Semakin mentari meninggi, jumlah massa nan datang terus bertambah. Selain membawa bendera, mereka juga mengangkat sejumlah poster berisi pesan support untuk Palestina.

Sejumlah massa menggelar tindakan bela Palestina di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Beberapa di antaranya bertuliskan “Gugat Penjahat Kemanusiaan” dan “Forgive Us Gaza”. Sebuah panggung juga didirikan di tengah letak tindakan sebagai tempat orasi.

Karena adanya tindakan ini, Jalan Medan Merdeka Selatan dari arah Gambir menuju Patung Kuda maupun sebaliknya ditutup.

Aksi tersebut mengusung tajuk “Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam”. Melalui tindakan itu, massa menyerukan agar kekerasan nan tetap terjadi di Gaza segera dihentikan serta mendorong support terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Kita mau membuktikan bahwa indonesia tidak pernah diam, meski banyak negara-negara nan diam, tapi Indonesia tidak diam,” kata salah satu orator dari atas panggung.

Sejumlah massa menggelar tindakan bela Palestina di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sementara itu, Aktivis Kemanusiaan Muhammad Husein Gaza mengatakan tindakan tersebut menjadi corak tuntutan kepada bumi internasional sekaligus pemerintah Indonesia agar mengambil langkah nyata terhadap situasi kemanusiaan di Palestina.

Ia menilai kekerasan terhadap penduduk Palestina tetap terus berjalan sehingga tindakan solidaritas kudu terus dilakukan.

“Genosida, rupanya belum berhenti. Pembantaian tetap terjadi, maka tindakan kita bakal terus terjadi, bakal terus berjalan. Takbir! Allahu Akbar! Saudara-saudaraku nan datang pada pagi hari ini. Betapa ini sebuah kebanggaan bagi Indonesia dan dunia. Kalian adalah sisa-sisa kehormatan. nan tetap berjuang berdiri tegak. Di mana kebanyakan kita sudah mulai lelah, mulai lesu, mulai jenuh berjuang,” tutur Husein.

Sejumlah massa menggelar tindakan bela Palestina di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Husein kemudian membujuk masyarakat untuk tetap konsisten menyuarakan perjuangan rakyat Palestina. Menurutnya, masyarakat Indonesia mempunyai tugas untuk terus mendoakan dan menyampaikan kondisi nan terjadi di Gaza.

“Dan hari ini, berbesar hati lah lantaran kalian, lantaran kita, menjadi bagian dari orang-orang nan sedikit itu. Saya menyampaikan duka dari Gaza, saya menyampaikan berita dari Gaza. Bukan untuk agar kita hari ini, menumpahkan air mata kita. Tahan! Tahan air mata kalian, jangan ditumpahkan di sini. Tumpahkanlah di sepertiga malam. Menangislah, menangislah bakal kelemahan kita,” kata dia.

Husein juga membujuk masyarakat memaknai perjuangan Palestina tidak hanya melalui keberangkatan ke Gaza, tetapi juga melalui peran masing-masing di Indonesia.

Husein menegaskan ukuran keberhasilan tindakan bukan terletak pada jumlah peserta maupun besaran bantuan nan terkumpul, melainkan pada konsistensi masyarakat dalam menjalankan ibadah dan menjaga kepedulian terhadap Palestina.

“Maka dari itu saya ingatkan lagi, barometer kesuksesan kita, dalam tindakan hari ini, bukan seberapa banyak nan hadir. Bukan seberapa banyak bantuan nan terkumpul,” katanya.

Sejumlah massa menggelar tindakan bela Palestina di area Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia juga menyebut perjuangan memihak Palestina kudu dimulai dari memperkuat kehidupan berakidah di lingkungan sekitar.

“Maka tidak bakal pernah kita bebaskan Masjidil Aqsha, jika kita gagal, membebaskan masjid-masjid di sekitar kita, dari kekosongan dan kesunyian. Maka dari itu saya tegaskan lagi, bahwa, bukti kesungguhan kita memperjuangkan Baitul Maqdis, bukanlah ketika kita datang dengan tindakan seperti ini,” ucap Husein.

“Tapi ketika kaki kita melangkah setiap salat lima waktu, memenuhi masjid-masjid di sekitar kita, maka itu adalah puncak tertinggi sebuah perjuangan untuk Baitul Maqdis,” pungkas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan