Sebagai penjelajah Facebook, akhir akhir ini saya menemukan sebuah postingan FB Pro moment nan menarik, dimana diklaim bahwa Rufus (tool jagoan kita semua) ini malah merusak Flashdisk.

Nah jika Anda sering membikin bootable USB untuk instalasi Windows, nama Rufus tentu sudah tidak asing lagi ya, lantaran memang aplikasi cuma-cuma ini menjadi salah satu pilihan favorit lantaran prosesnya simpel dan tidak memerlukan banyak langkah untuk membikin flashdisk instalasi Windows.
Namun, pengguna FB tersebut nan menganggap bahwa menggunakan Rufus bisa merusak flashdisk dan menurut pernyataannya mendingan pakai Media Creation Tools langsung dari Microsoft. Nah jadi kawan kawan, biasanya, dugaan ini muncul setelah flashdisk tidak terbaca lagi di File Explorer alias kapasitasnya terlihat berubah setelah digunakan untuk membikin bootable USB.
Tapi, apakah betul Rufus bisa membikin flashdisk rusak? mengingat rupanya pengguna FB Pro tersebut malah di rujak netizen di beragam grup teknologi juga., nah awabannya sebenarnya tidak sesederhana itu, tetapi dugaan bahwa Rufus bisa langsung merusak hardware flashdisk juga tidak tepat guys,
Rufus Memang Menghapus Isi Flashdisk
Satu kebenaran krusial nan kudu diketahui semua pengguna adalah Rufus bukan aplikasi untuk sekadar menyalin file ISO Windows ke flashdisk (seperti ventoy), lantaran ketika proses pembuatan bootable dimulai, aplikasi ini bakal mengatur ulang partisi dan sistem file pada USB drive nan dipilih.
Baca Juga : Aplikasi Ventoy Kini Dapat Bikin USB Boot Tanpa Harus Format Data

Artinya, info nan sebelumnya tersimpan di flashdisk bisa terhapus, oleh lantaran itu, sebelum menekan tombol Start di Rufus, pengguna memang sebaiknya memastikan tidak ada file krusial nan tetap tersimpan di dalamnya.
Selain itu, perubahan partisi ini juga bisa membikin flashdisk terlihat berbeda dari sebelumnya, misalnya, kapabilitas nan muncul di File Explorer tidak sesuai dengan kapabilitas bentuk flashdisk, alias drive tidak lagi terbaca seperti biasa setelah digunakan untuk membikin media instalasi.

Namun, kondisi tersebut tidak otomatis berfaedah flashdisk mengalami kerusakan bentuk guys, lantaran bisa saja masalahnya hanya terletak pada struktur partisi alias sistem file nan perlu diatur kembali.
Dan bagi nan belum tahu, Microsoft Windows sendiri mempunyai Disk Management untuk mengelola partisi dan memeriksa gimana drive dikenali oleh sistem.

Jadi, Benarkah Rufus Bisa Merusak Flashdisk?
Nah menurut penjelasan resmi developer Rufus di halaman FAQ, operasi seperti memformat dan membikin partisi pada flashdisk pada dasarnya merupakan proses penulisan info biasa, dimana aplikasi seperti Rufus tidak mempunyai perintah ajaib nan bisa membikin hardware USB langsung rusak.
Pengembangnya juga menjelaskan bahwa flash memory memang mempunyai pemisah ketahanan terhadap siklus penulisan, namun penggunaan normal untuk membikin bootable USB tidak serta-merta membikin flashdisk rusak.
Selain itu, ada satu pengecualian nan perlu diketahui, ialah fitur pemeriksaan bad blocks di Rufus.

Fitur ini melakukan pengetesan terhadap media penyimpanan dan bisa memberikan beban penulisan tambahan, dimana pengetesan berulang kali dalam waktu sangat lama tentu bukan sesuatu nan perlu dilakukan tanpa alasan.
Namun perlu diketahui bahwa Rufus sendiri menonaktifkan pemeriksaan bad blocks secara default lantaran prosesnya lambat. Jadi, selama Anda menggunakan aplikasi ini untuk membikin bootable Windows seperti biasa, tidak ada argumen untuk langsung menganggap flashdisk bakal rusak karenanya.
Penjelasan lebih komplit bisa dibaca di FAQ resmi Rufus.
Kalau Flashdisk Tidak Terbaca Setelah Pakai Rufus, Bagaimana?
Nah ini bagian nan sering bikin pengguna panik, setelah selesai membikin bootable, flashdisk dicabut, lampau ketika dipasang kembali justru tidak muncul di File Explorer, apalagi ada juga nan memandang kapabilitas drive berubah alias Windows meminta flashdisk diformat kembali.

Nah ini contoh punya saya, di file explorer dia tidak terbaca, tapi kegunaan flashdisk ini sempurna.
Jadi sebelum menyimpulkan flashdisk rusak, coba periksa beberapa perihal berikut.
- Buka Disk Management. Tekan Win + X, lampau pilih Disk Management. Periksa apakah flashdisk tetap terdeteksi dan gimana status partisinya.
- Periksa kapabilitas dan partisi. Jika drive terlihat di Disk Management tetapi tidak muncul di File Explorer, bisa jadi partisinya tidak mempunyai drive letter alias sistem file nan dikenali Windows.
- Coba port USB lain. Masalah pada port, konektor, alias sambungan USB juga bisa membikin perangkat tidak terdeteksi dengan benar.
- Perhatikan pesan error. Jika flashdisk terdeteksi sebagai read-only alias tidak mempunyai media, bisa jadi ada masalah pada flash memory alias kontroler perangkat.

Namun jika menemukan perihal seperti ini, jangan langsung menghapus alias membikin ulang partisi jika tetap ada info krusial nan mau diselamatkan, lantaran tentu proses tersebut bisa membikin pemulihan info semakin sulit.
Bahkan developer Rufus juga menjelaskan bahwa flashdisk nan sudah mengalami kegagalan pada flash memory dapat dilaporkan sebagai perangkat tanpa media alias hanya bisa dibaca. Kondisi seperti ini bisa terjadi lantaran usia dan keausan perangkat, bukan berfaedah Rufus nan menjadi penyebabnya.
Jangan Langsung Menyalahkan Rufus
Nah Rufus tentu bukan aplikasi nan sempurna dan masalah kompatibilitas tetap mungkin terjadi. Namun, menganggap setiap flashdisk nan bermasalah setelah digunakan dengan Rufus pasti rusak akibat aplikasi tersebut juga tidak tepat.
Bisa jadi pengguna salah memilih drive, proses pembuatan bootable tidak selesai, struktur partisi berubah, alias flashdisk memang sudah mengalami masalah sebelumnya.
Dan sering kali sih, flashdisk nan digunakan memang kurang bagus, dalam artian kita sering kali lihat flashdisk murah dengan ukuran gila, misalkan Rp80.000 bisa dapat 1 TB, secara logika sehat, in this economy dan di nilai flash memory nan sedang gila, ini mustahil.

Nah ini flashdisk nan saya pakai, 16 GB dijual dengan nilai Rp143.000 coret.

Nah selain itu, flashdisk nan sering digunakan untuk memindahkan file dan membikin media instalasi juga tetap mempunyai umur pakai. Jika perangkat kebetulan mengalami kerusakan ketika sedang digunakan Rufus, waktunya nan berdekatan tidak otomatis membuktikan bahwa aplikasi tersebut penyebabnya.
Jadi, buat kawan-kawan nan tetap cemas menggunakan Rufus, sebenarnya tidak perlu terlalu takut dan pastikan saja memilih flashdisk nan benar, backup info penting, dan gunakan fitur nan memang dibutuhkan saja.
Dan jika setelah membikin bootable flashdisk tidak muncul di File Explorer, periksa dulu melalui Disk Management sebelum buru-buru menyimpulkan perangkatnya rusak. Atau seminimal minimalnya, Anda bisa format kembali dengan rufus dengan konfigurasi Non Bootable dan sesuaikan format, partition scheme dan lainnya sesuai kebutuhan.

Dan ini hasilnya setelah saya format non bootable dengan rufus, meski di Disk management alias di File Explorer tidak bisa diformat, dengan rufus, justru flashdisk bisa dipakai kembali untuk menyimpan data.

Nah, gimana menurut kamu? Pernah mengalami flashdisk tidak terbaca setelah digunakan untuk membikin bootable Windows, alias justru selama ini Rufus selalu melangkah normal di perangkatmu?
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·