Ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah(X @INABadminton)
LANGKAH pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, kudu terhenti di babak 16 besar turnamen BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Terbuka 2026. Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/6), Amri/Nita menyerah dari unggulan keenam asal Tiongkok, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui.
Persoalan servis, baik saat mengirim maupun menerima bola pertama, menjadi catatan krusial bagi pasangan Merah Putih ini. Amri mengakui bahwa kelemahan di sektor tersebut membikin mereka kehilangan banyak poin krusial nan menguntungkan lawan.
"Hari ini kami banyak kalah lantaran servis. Ini kudu diperbaiki," ujar Amri seusai pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa meski sempat memulai gim pertama dengan baik, sejumlah kesalahan sendiri justru memberikan momentum bagi pasangan Tiongkok untuk mendominasi permainan.
Nita Violina Marwah menambahkan bahwa musuh sangat cerdas dalam memainkan tempo servis. Variasi kecepatan nan dilakukan Guo/Chen terbukti efektif merusak ritme permainan Amri/Nita sejak awal reli.
"Variasi tempo servis mereka cukup mengganggu saya. Kadang dipercepat, kadang diperlambat. Hal itu membikin kami tidak selalu nyaman dalam memulai reli," ungkap Nita.
Kekalahan ini menjadi bahan pertimbangan besar bagi Amri/Nita, terutama mengenai ketenangan saat berada di bawah tekanan. Amri menyebut bahwa hilangnya momentum di gim pertama berakibat pada merosotnya kepercayaan diri mereka saat memasuki gim kedua.
Selain Amri/Nita, nasib serupa juga dialami oleh pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Meski sempat memberikan perlawanan sengit hingga memaksa terjadinya rubber game, Adnan/Indah akhirnya kudu mengakui kelebihan unggulan pertama asal Tiongkok, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Dengan hasil ini, sektor dobel campuran Indonesia membawa pulang pekerjaan rumah besar mengenai konsistensi dan kesiapan menghadapi pemain-pemain unggulan di level turnamen tertinggi. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·