Mark Zuckerberg Kloning Dirinya Jadi AI, Buat Pimpin Para Karyawan Meta

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata Meta Ray-Ban Display saat menyampaikan pidato peluncuran lini baru kacamata pandai tersebut dalam aktivitas Meta Connect di instansi pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, Rabu (17/9/2025). Foto: Carlos Barria/REUTERS

Pemilik Facebook dan IG Mark Zuckerberg dilaporkan sedang mengerjakan jenis AI dari dirinya sendiri nan dapat menjawab semua pertanyaan para karyawannya.

AI ini sekarang tengah dilatih untuk meniru gerak-gerik, intonasi suara, serta langkah dia memberi pernyataan publik dan pemikirannya tentang strategi perusahaan.

Dilansir Financial Times, ada argumen di kembali proyek ini, tak lain agar para tenaga kerja dapat merasa lebih terhubung dengan Mark.

Rekam jejak Mark membikin kloningan diri jenis digitalnya sudah terjadi sejak 2022 lalu. Di tahun itu, Zuckerberg membagikan avatarnya sendiri di dalam metaverse nan dia ciptakan sendiri.

Hasil awal tidak mendapat sambutan nan baik dari publik. Untuk itu, Zuckerberg memposting avatar baru dengan jenis nan lebih baik, kendati saat ini nasib Metaverse telah tamat.

Meta sekarang telah mengembangkan AI-generated karakter 3D nan dapat berinteraksi dengan manusia dalam percakapan sehari-hari. Baru-baru ini, perusahaan tersebut mulai konsentrasi membangun karakter nan didasarkan pada Zuckerberg.

Mark Zuckerberg dilaporkan ikut serta dalam proses training AI animasinya. Seseorang nan mengetahui proyek tersebut mengatakan kepada Financial Times bahwa karakter AI bakal dikembangkan menggunakan gambar dan suaranya.

Meta percaya bahwa penelitian Zuckerberg dapat direplikasi oleh para influencer dan kreator, sebuah bagian dari ekonomi digital nan sedang bergulat dengan pendapat avatar digital.

Mark Zuckerberg telah mendorong Meta untuk lebih banyak menggunakan AI secara internal, dengan angan perihal itu bakal membantu dalam perihal efisiensi cost dan mempercepat ritme kerja.

Integrasi AI ke dalam upaya Meta juga bermaksud untuk meminimalkan struktur organisasi dan meningkatkan efisiensi, nan menurut Zuckerberg merupakan kunci untuk "menyelesaikan lebih banyak pekerjaan".

"Kami mengangkat kontributor perseorangan dan merampingkan tim," katanya pada bulan Januari, dilansir The Guardian.

Minggu lalu, Meta meluncurkan Muse Spark, sebuah model AI canggih nan diklaim dapat memperkirakan kalori dalam makanan dari sebuah foto dan merencanakan liburan family dengan menyelesaikan beragam tugas seperti menyusun rencana perjalanan dan mencari aktivitas ramah anak secara bersamaan.

Model ini dipuji lantaran kinerjanya dalam pemahaman bahasa dan visual, tetapi tertinggal dalam pengkodean dan penalaran abstrak.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan