Marak Penipuan Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih, Ini Modusnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengungkap praktik penipuan dalam rekrutmen Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) nan semakin beragam dan canggih. Modus nan digunakan pelaku tidak lagi sederhana, melainkan memanfaatkan celah digital dan tingginya antusiasme masyarakat.

Fenomena ini muncul seiring membludaknya jumlah pelamar nan mencapai ratusan ribu orang. Situasi tersebut dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menipu peserta seleksi.

"Ada oknum-oknum nan mengatasnamakan Kopdes Merah Putih menyebar link palsu," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di instansi Kemenko Pangan, Senin (4/5/2026).

Pria nan berkawan disapa Zulhas itu menegaskan, tautan tiruan tersebut berpotensi mencuri info pribadi pelamar nan kemudian disalahgunakan. Tidak hanya itu, pelaku juga menawarkan jalan pintas berupa agunan kelulusan dengan syarat bayar sejumlah uang.

"Bahkan memungut biaya, minta uang, bayaran," ungkap Zulhas.

Pola penipuan ini sengaja dimainkan untuk memanfaatkan kekhawatiran dan angan peserta agar bisa lolos seleksi. Pemerintah memastikan seluruh proses rekrutmen resmi tidak pernah memungut biaya dalam corak apa pun.

Kehadiran mobil pikap impor asal India mulai terlihat di sejumlah koperasi desa di Surabaya. (Instagram/mahindraautoglobal)Foto: Kehadiran mobil pikap impor asal India mulai terlihat di sejumlah koperasi desa di Surabaya. (Instagram/mahindraautoglobal)

"Kami tegaskan, tidak ada biaya satu rupiah pun," tegasnya.

Selain itu, pelaku juga kerap mencatut nama pejabat alias lembaga untuk meyakinkan korban. Zulhas menegaskan bahwa klaim tersebut tidak betul dan tidak mempunyai dasar.

"Yang datang ke Menko minta tolong juga tidak bisa, apalagi nan lain," ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya info tiruan di media sosial nan semakin susah dibedakan dengan info resmi.

"Sekarang ini hoaks aneh-aneh, kita tidak pernah ngomong tapi muncul buletin baru," katanya.

Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada dan hanya mengakses info dari kanal resmi pemerintah.

"Satu-satunya website resmi adalah phtc.panselnas.go.id. Selain itu pasti bukan resmi," tegas Zulhas.

Ia mengingatkan, siapa pun nan menemukan praktik mencurigakan sebaiknya segera melapor ke abdi negara penegak hukum.

"Kalau ada nan minta uang, itu pasti penipuan dan laporkan saja," tutupnya.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News