Mantan Tenaga Kerja Indonesia Ini Jadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mantan Tenaga Kerja Indonesia Ini Jadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETIKA banyak wilayah tetap menghadapi tantangan lapangan kerja, Eko Cahyono justru menciptakan kesempatan kerja baru dari kampung halamannya di Kabupaten Mesuji, Lampung. Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) nan pernah bekerja di Korea Selatan itu sekarang mengelola delapan outlet mini ATM dan merekrut penduduk lokal di setiap bagian nan dia buka.

Yang menarik, perjalanan tersebut tidak dimulai dari modal besar ataupun jaringan upaya nan mapan. Setelah pulang dari Korea Selatan beberapa tahun lalu, Eko memulai usahanya dari sebuah toko gedung sederhana. Seiring waktu, dia mengembangkan upaya tersebut ke penjualan perabotan rumah tangga sebelum akhirnya memandang kesempatan lain nan dibutuhkan masyarakat di sekitarnya: jasa transaksi finansial nan lebih dekat dan mudah dijangkau.

Saat itu, Eko mulai membuka jasa mini ATM. Usaha tersebut melangkah cukup baik, tetapi menurutnya tetap belum memberikan hasil nan maksimal. Titik perubahan datang pada 2024 ketika dia mulai menggunakan jasa BukuAgen. Sebelumnya, Eko menggunakan jasa dari penyedia lain dan kerap menghadapi hambatan ketika mesin mengalami gangguan. Penanganan nan lambat seringkali menghalang operasional upaya nan dijalankannya sehari-hari. "Kalau ada masalah, cukup WA ke tim sales dan langsung ada solusi. Pendapatannya juga jauh lebih baik," ujar Eko.

Perubahan tersebut perlahan mendorong pertumbuhan usahanya. Dari empat outlet saat pertama kali menggunakan BukuAgen, sekarang jumlahnya telah berkembang menjadi delapan outlet dengan total sepuluh mesin EDC nan seluruhnya menggunakan jasa BukuAgen.

Eko menilai penggunaan BukuAgen turut mendorong peningkatan pendapatan usahanya. Selain memperoleh porsi bagi hasil nan lebih baik dibanding penyedia jasa sebelumnya, dia juga mendapatkan tambahan untung dari beragam program insentif dan cashback nan tersedia. Sepanjang Januari 2025 hingga Januari 2026, jaringan upaya nan dibangunnya mencatatkan 18.806 transaksi dan mengantarkannya menjadi Agen Juara dengan transaksi tertinggi untuk wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi.

Menurutnya, pencapaian terbesar bukanlah penghargaan maupun jumlah transaksi nan sukses dicapai melainkan kesempatan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya. Setiap kali membuka outlet baru, Eko merekrut penduduk dari desa tempat outlet tersebut berdiri. Dengan langkah itu, pertumbuhan usahanya secara langsung menciptakan kesempatan kerja baru di organisasi sekitar.

"Saya senang bisa membuka lapangan kerja baru. Melihat buletin tentang sulitnya mencari kerja sekarang, saya bangga jika upaya ini bisa membantu penduduk sekitar mendapatkan pekerjaan," katanya.

Saat ini, jaringan upaya nan dibangunnya telah mempekerjakan delapan tenaga kerja nan merupakan penduduk lokal. Bahkan, dua di antaranya merupakan lulusan sarjana. 

Selain membuka kesempatan kerja, outlet-outlet nan dikelola Eko juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat sekitar. Setiap hari, outlet tersebut beraksi mulai pukul 07.00 hingga 20.00 untuk melayani beragam kebutuhan transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan. Di sejumlah wilayah Mesuji, jasa seperti ini menjadi pengganti nan lebih dekat dan praktis dibanding kudu pergi ke ATM alias instansi bank.

Dengan rata-rata sekitar 50 hingga 60 transaksi perhari di seluruh jaringan outletnya, jasa nan disediakan Eko membantu masyarakat mengakses beragam kebutuhan transaksi finansial secara lebih mudah dan efisien. Kisah Eko menjadi salah satu potret nan diangkat dalam rangkaian Laskar Agen Juara Roadshow 2026 nan digelar di Palembang. Dalam aktivitas tersebut, dia menerima penghargaan sebagai Agen Juara dengan transaksi tertinggi untuk wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi. Itu menjadi sebuah pencapaian nan mencerminkan konsistensi dan pertumbuhan usahanya dalam melayani kebutuhan masyarakat.

BukuAgen sekarang telah menjangkau lebih dari 250.000 pelaku UMKM di beragam wilayah di Indonesia. Melalui jasa nan tersedia, para merchant dapat menyediakan beragam jasa transaksi finansial bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan sumber pendapatan tambahan bagi upaya mereka.

"Apabila merchant berasosiasi dengan BukuAgen, secara upaya pendapatan mereka setidaknya dapat meningkat 100% per tahun. Bahkan terdapat merchant nan awalnya hanya mempunyai satu toko, sekarang telah berkembang hingga membuka 18 sampai 20 toko," ujar Adi Harlim, Director of Sales (Merchant Success & Retail) BukuWarung. Menurutnya, kisah Eko menunjukkan gimana pertumbuhan upaya dapat menciptakan akibat nan lebih luas bagi masyarakat sekitar.

"Ketika merchant berkembang, mereka tidak hanya meningkatkan usahanya sendiri, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan menggerakkan ekonomi di komunitasnya. Kami mau memberdayakan ekosistem nan sudah melangkah agar dapat tumbuh lebih jauh dan mempercepat perputaran ekonomi di tingkat komunitas," tambahnya.

Secara lebih luas, kisah seperti Eko menunjukkan gimana pelaku upaya mini dapat berkedudukan lebih dari sekadar menjalankan bisnis. Dari sebuah upaya nan dirintis setelah pulang dari luar negeri, sekarang datang lapangan kerja baru, jasa finansial nan lebih dekat dengan masyarakat, dan kesempatan ekonomi nan dirasakan oleh semakin banyak family di sekitarnya. Perjalanan ini tetap jauh dari selesai. Eko berambisi dapat terus mengembangkan usahanya agar faedah nan dirasakan masyarakat sekitar semakin luas.

"Harapan saya, suatu saat kelak anak-anak saya bisa menjadi orang nan berfaedah bagi lingkungan sekitarnya, bukan hanya sekadar mempunyai pendidikan tinggi," tutup Eko. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia