Mantan Bek Cagliari dan Tottenham Calon Diri sebagai Presiden FIFA, Siap Tantang Gianni Infantino

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Mantan Bek Cagliari dan Tottenham Calon Diri sebagai Presiden FIFA, Siap Tantang Gianni Infantino

Mantan Bek Cagliari dan Tottenham Calon Diri sebagai Presiden FIFA, Siap Tantang Gianni Infantino (Instagram/@ramonvega1415)

JAKARTA - Mantan bek Cagliari dan Tottenham Hotspur, Ramon Vega, mengumumkan maju sebagai calon Presiden FIFA. Ia bakal menjadi penantang Gianni Infantino nan kembali mencalonkan diri sebagai presiden FIFA.

1. Ramon Vega Calon Diri

Pria berumur 55 tahun ini pernah bermain untuk tim nasional Swiss. Ia mencetak dua gol dalam 23 penampilan di tingkat senior.

Ia sempat berseragam Cagliari di Serie A pada musim 1996-1997, kemudian dijual ke Tottenham Hotspur. Ramon Vega sempat bermain untuk Celtic, Watford, dan Creteil sebelum pensiun pada 2003.

Infantino, nan juga berasal dari Swiss, menghadapi beragam dorongan untuk mundur menyusul serangkaian skandal. Salah satu skandal terbesar adalah kegagalan upayanya menjual saham Piala Dunia kepada penanammodal swasta.

Salah satu hambatan utama bagi para pengkritik Infantino adalah menemukan kandidat nan tepat untuk menantangnya. Vega merasa ini bisa menjadi kesempatan baginya.

Presiden FIFA Gianni Infantino Presiden FIFA Gianni Infantino

"Saya mencalonkan diri untuk menyatukan kembali family sepak bola global, menghadirkan reformasi nan nyata dan berkelanjutan, memodernisasi FIFA untuk abad ke-21, memulihkan stabilitas dan kredibilitas, serta membangun kembali kepercayaan nan sangat dibutuhkan oleh olahraga kita," ungkap Vega dalam sebuah pernyataan, melansir laman Football Italia, Jumat (9/10/2026).

Ini bukan kali pertama ataupun kedua Vega mencoba mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.

Ia sempat mempertimbangkannya pada 2015 setelah Sepp Blatter dijatuhi hukuman skorsing. Empat tahun kemudian dia menyatakan bakal menantang Infantino. Namun, dia kandas mendapatkan support apalagi dari lima federasi personil FIFA (dari total 211 anggota).

"Sepak bola bukan milik presiden, konfederasi, ataupun administrator. Sepak bola lebih besar daripada jabatan, individu, alias lembaga mana pun," tegas Vega dalam pernyataannya.

"Ini adalah olahraga rakyat dan milik semua orang: para pemain, pelatih, wasit, pendukung, sukarelawan, klub, liga, asosiasi, dan organisasi nan menghidupkan sepak bola.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑