Pembukaan Festival Mangrove Nasional (Mangrofest) 2026 oleh Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH, Muhammad Zainal Arifin, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, H. Joko Istanto di IKN, Kalimantan Timu(DOK KEMENHUT)
RANGKAIAN Festival Mangrove Nasional alias Mangrofest 2026 resmi dimulai. Mengusung semangat kerjasama dan edukasi lingkungan, kemeriahan Mangrofest tahun ini diawali dengan perhelatan media gathering Kalimantan Timur. Sebagai langkah pembuka, para mitra Kementerian Kehutanan (Kemenhut), media nasional, hingga komponen masyarakat diajak terjun langsung mengunjungi Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kunjungan lapangan ini bermaksud untuk meninjau langsung kondisi ekosistem pesisir serta memandang hasil nyata dari Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) nan hingga saat ini telah sukses menghijaukan kembali area mangrove seluas 6.120 hektare (Ha) di wilayah tersebut. Dampak positif dari rehabilitasi ini telah dirasakan langsung oleh penduduk pesisir.
Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Mangrove Borneo, Andi Firmansyah, membagikan kesaksiannya mengenai pemulihan ekosistem ini. “Saya sebagai petambak merasakan sekali manfaatnya. Dulu penghasilan tambak kami sangat minim, namun setelah area ini ditanami mangrove melalui pola tanam silvofishery dengan jenis Rhizophora, alhamdulillah sekarang hasil tambak kami mulai meningkat secara signifikan,” ujar Andi.
Menyusul kesuksesan media gathering, Kemenhut melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) secara resmi membuka penyelenggaraan Mangrofest 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Festival ini menjadi wadah strategis untuk mensinergikan kekuatan pemerintah, masyarakat, bumi usaha, komunitas, akademisi, dan media dalam menjaga kelestarian pesisir Indonesia.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, nan datang dalam aktivitas pembukaan menegaskan pentingnya peran mangrove. ”Pelestarian mangrove merupakan bagian nan tidak terpisahkan dari pembangunan IKN sebagai kota rimba nan mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan,” tegas Basuki.
Menurutnya, sinergi nan terjalin erat dengan Kemenhut merupakan langkah nan sangat krusial dalam menjaga kelestarian area pesisir, meningkatkan ketahanan area terhadap akibat perubahan iklim, serta secara berbarengan memperkuat urat nadi ekonomi masyarakat setempat.
Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, Joko Istanto, nan datang mewakili Gubernur Kaltim menekankan pentingnya komitmen jangka panjang. “Kami berkomitmen dalam rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari mewujudkan pembangunan nan berkelanjutan. Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari banyaknya bibit nan ditanam, tetapi juga dari keahlian kita memastikan mangrove tersebut tumbuh, terawat, dan memberikan faedah bagi masyarakat. Untuk itu, kerjasama lintas sektor menjadi kunci utamanya,” ucap Joko Istanto.
Sebagai motor penggerak pelestarian pesisir, Kemenhut melalui Direktorat Jenderal PDASRH secara intensif menjalankan Program M4CR nan direncanakan berjalan hingga 2027. Program strategis ini mematok sasaran rehabilitasi lahan mangrove seluas 32.634 Ha nan tersebar di empat provinsi prioritas: Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Lebih dari sekadar menanaman pohon, program M4CR dirancang untuk menyentuh akar pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini diwujudkan melalui pembentukan Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove, pendirian Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM), penguatan golongan masyarakat pesisir lewat skema pendanaan matching grants, serta penyisipan pendidikan cinta lingkungan bagi generasi muda lewat Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tematik Mangrove di sekolah-sekolah.
Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH, Muhammad Zainal Arifin, memaparkan capaian positif program ini. "Hingga akhir tahun 2025 lalu, Program M4CR telah sukses merehabilitasi lahan mangrove seluas 15.574 Ha secara nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove bakal memberikan hasil nan optimal andaikan didukung oleh kerjasama nan kuat dari seluruh pemangku kepentingan," paparnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Kalimantan Timur, Otorita IKN, Forkopimda, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), serta para mitra kerja. Sinergi ini bakal terus diperluas tidak hanya pada aspek rehabilitasi area dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga mencakup pengembangan Taman Mangrove Teluk Balikpapan sebagai pusat pelestarian, edukasi, dan pembelajaran mangrove nasional.
Mangrofest 2026 dimeriahkan dengan kampanye tindakan style hidup rendah emisi, melalui rangkaian aktivitas Mangrove Harmony Ride nan diikuti oleh Komunitas Motor Listrik Elders Elletrico dan Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Melalui penyelenggaraan Mangrofest 2026, harapannya kesadaran publik semakin meningkat dan semangat kerjasama terus berkembang. Upaya kolektif ini diharapkan bisa memperkuat ketahanan wilayah pesisir, mempercepat pencapaian sasaran rehabilitasi mangrove nasional, serta mewariskan ekosistem pesisir nan lestari bagi generasi Indonesia di masa mendatang. (H-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·