Mangga Jawa Timur Didorong Ekspor ke Jepang, Bidik Pasar Premium Dunia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Mangga Jawa Timur Didorong Ekspor ke Jepang, Bidik Pasar Premium Dunia Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENTERI Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara membidik Jepang sebagai pasar ekspor baru bagi mangga asal Jawa Timur. Untuk mewujudkannya, Kementerian Transmigrasi bekerja-sama dengan K/L lainnya, tengah menyiapkan pengembangan area berbasis komoditas unggulan sekaligus menyelesaikan beragam halangan teknis nan selama ini menghalangi akses ekspor ke Negeri Sakura.

Menurut Menteri Iftitah, mangga alpukat asal Pasuruan maupun mangga arumanis dari Probolinggo mempunyai kualitas nan tidak kalah dengan mangga dari beragam negara apalagi berpotensi menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia di pasar internasional.

“Saya pernah mencicipi mangga dari beragam negara, mulai dari Pakistan, Thailand, India, Cina, Mexico sampai Brazil. Tapi menurut saya, tidak ada nan mengalahkan manisnya mangga Jawa Timur. Karena itu, akhir-akhir ini saya sering mengirim mangga Jawa Timur kepada Duta Besar Amerika Serikat, Tiongkok, dan Australia serta beberapa negara sahabat. Respons mereka sangat baik. Mereka menyukai mangga dari Jawa Timur,” ujar Menteri Iftitah saat menghadiri Festival Ekosistem Ekonomi Digital (FYC Fest) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (11/7).

Ia mengatakan Jepang menjadi salah satu pasar prioritas nan mau ditembus lantaran mempunyai permintaan tinggi terhadap buah berkualitas. Namun, hingga sekarang ekspor mangga Indonesia tetap terkendala sejumlah persyaratan teknis, terutama mengenai pengendalian lalat buah.

“Salah satu tantangan utamanya adalah masalah lalat buah. Kami sedang bekerja sama dengan beragam pihak untuk mengatasinya. Memang memerlukan biaya, tetapi saya percaya jika halangan ini bisa diselesaikan, pasar Jepang bakal terbuka dan masyarakat Jepang bakal menyukai mangga Indonesia,” katanya.

Untuk memperkuat daya saing produk, Kementerian Transmigrasi menerapkan pendekatan baru dalam pembangunan area transmigrasi. Setiap area bakal dikembangkan berasas komoditas unggulan nan dimiliki sehingga terbentuk rantai nilai nan utuh, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga akses pasar dan ekspor.

“Kalau suatu wilayah unggul di mangga, maka kita bangun ekosistem mangga. Kalau unggul di durian, kita bangun ekosistem durian. Begitu juga dengan kelapa dan komoditas lainnya. Setiap area kudu dikembangkan sesuai potensi nan dimiliki,” ujar Menteri Iftitah.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari transformasi transmigrasi nan sekarang tidak lagi berorientasi pada perpindahan penduduk, melainkan pada pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru nan bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Kita mau area transmigrasi menjadi area ekonomi nan berkembang sesuai potensi daerahnya. Masa depan transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi membangun area nan produktif dan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik kerjasama nan dibangun Kementerian Transmigrasi untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah. Menurutnya, keberhasilan membawa produk lokal ke pasar internasional hanya dapat dicapai melalui sinergi pemerintah, bumi usaha, media, dan pembuat digital.

“Kalau mau menciptakan sesuatu nan besar, kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi. Pemerintah, bumi usaha, media, dan pembuat digital kudu melangkah berbareng agar potensi wilayah bisa dikenal lebih luas,” kata Emil.

Ia menambahkan, promosi melalui media sosial dan konten digital sekarang menjadi instrumen krusial untuk memperluas pasar sekaligus membangun gambaran produk unggulan Indonesia di pasar global.

Melalui pengembangan area berbasis komoditas unggulan dan kerjasama lintas sektor, Kementerian Transmigrasi berambisi semakin banyak produk dari area transmigrasi nan bisa menembus pasar ekspor, meningkatkan nilai tambah, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia