Manajemen Tempat Hiburan Malam di Karawang Minta Maaf soal Dugaan Pesta Gay

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Manajer Operasional Theater Night Mart, Tommy Wijaya usai memberikan penjelasan di Kantor Satpol PP Karawang, Senin (8/6/2026). Foto: Dok. kumparan

Pihak manajemen Karawang Theatre Night Mart menyampaikan permohonan maaf atas viralnya video nan menampilkan dugaan pesta gay di tempat mereka.

Permohonan maaf itu disampaikan Manajer Operasional Karawang Theatre Night Mart, Tommy Wijaya, usai memberikan penjelasan di Kantor Satpol PP Karawang pada Senin (8/6) siang.

"Saya sebagai manajer operasional menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ke depannya saya percaya kejadian seperti itu tidak bakal terulang lagi. Terima kasih semuanya," ungkapnya.

Menurut Tommy, pihak manajemen tidak pernah mendukung aktivitas tersebut dan telah menjalankan SOP nan berlaku.

Bahkan saat kejadian, dia mengeklaim petugas keamanan nan memergoki perihal itu sempat menegur para visitor tersebut dan meminta mereka meninggalkan tempat.

“Dari pihak kami, petugas keamanan sebenarnya sudah mengetahui. Mereka sudah memberikan teguran dan meminta nan berkepentingan untuk pulang. Namun, soal video nan viral, kami baru mengetahuinya keesokan hari,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap visitor nan datang wajib melalui pemeriksaan identitas. Pihaknya juga menerapkan pembatasan usia masuk serta melakukan pengawasan di dalam area tempat hiburan.

“Dari awal masuk kami sudah melakukan pengecekan KTP. Pengunjung di bawah usia 20 tahun tidak diperbolehkan masuk. Selain itu, di dalam juga selalu ada petugas keamanan nan berkeliling untuk melakukan pengawasan serta mencegah tindakan nan menyimpang maupun tindak pencurian,” ujarnya.

Memperketat Pengawasan

Terkait langkah ke depan, Tommy menegaskan manajemen bakal memperketat pengawasan dan menolak segala corak aktivitas nan dianggap melanggar patokan nan berlaku.

“Kami bakal memperketat pengawasan agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Kami tidak mendukung aktivitas seperti itu dan sudah memasang roll banner serta menayangkan video pada layar info nan menyatakan bahwa kami tidak mendukung aktivitas tersebut,” ucapnya.

Sebab, lanjut dia, visitor Karawang Theatre Night Mart tidak hanya berasal dari Karawang, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain di Jawa Barat.

“Pengunjung dari luar Karawang juga cukup banyak. Dari beragam wilayah di Jawa Barat juga ada. Namun nan paling dekat biasanya dari Cikampek alias wilayah sekitar Karawang,” katanya.

Saat disinggung soal kemungkinan hukuman dari pemerintah daerah, termasuk opsi penutupan sementara tempat usaha, Tommy enggan berkomentar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang.

“Saya no comment untuk masalah itu. Biar kelak pihak nan berkuasa nan menangani perihal tersebut,” pungkasnya.

Video Viral

Dugaan pesta gay itu mencuat setelah viral sebuah video pendek memperlihatkan sejumlah laki-laki muda tampak bermesraan dengan sesama jenisnya.

Sementara itu, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak tegas dan segera memberikan surat teguran kepada pengelola tempat upaya nan diduga menjadi letak pesta gay.

“Saya nggak mau neko-neko. Saya sudah perintahkan Satpol PP untuk tegas. Berikan surat teguran. Kalau tetap seperti itu, tidak menutup kemungkinan saya meminta izin upaya itu dicabut,” kata Aep di Plaza Pemda Karawang, Senin (8/6).

Karawang Theatre Night Mart nan berkonsep live bar ini beraksi pada awal 2026. Pendiriannya sempat ditolak ormas Islam.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan