Kursi pesawat.(Magnific)
PESAWAT menjadi salah satu moda transportasi dengan standar keselamatan nan ketat. Keamanan penerbangan didukung beragam aturan, pemeriksaan, prosedur, hingga sistem keselamatan nan dirancang untuk mengurangi akibat selama perjalanan.
Standar tersebut juga mencakup keselamatan penumpang selama berada di dalam kabin, termasuk penggunaan sabuk pengaman, pengarahan keselamatan, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Karena itu, posisi tempat duduk di dalam pesawat kerap menjadi perhatian ketika membahas keselamatan penerbangan. Lantas, di mana bangku pesawat nan paling aman?
Posisi Kursi Pesawat Menjadi Sorotan
Meski kecelakaan pesawat tergolong jarang, keselamatan penumpang tetap menjadi perhatian dalam setiap kejadian. Berbagai aspek dapat memengaruhi kesempatan seseorang untuk memperkuat hidup, mulai dari kondisi tumbukan hingga keadaan kabin setelah kecelakaan.
Sejumlah penelitian dan kajian keselamatan menunjukkan adanya perbedaan tingkat cedera dan kelangsungan hidup berasas posisi bangku pada kondisi kecelakaan tertentu. Namun, temuan tersebut tidak dapat bertindak untuk semua kecelakaan lantaran tingkat keselamatan juga dipengaruhi oleh jenis benturan, kerusakan pesawat, serta proses evakuasi.
Ada beberapa perihal nan menjadi perhatian ketika membahas posisi bangku nan lebih aman:
- Letak bangku dalam barisan.
Posisi bangku di dalam satu baris menjadi salah satu pertimbangan ketika membahas keselamatan penumpang. Kursi tengah berada di antara dua bangku lainnya sehingga terlindungi oleh penumpang di kedua sisi. Kursi tengah mempunyai tingkat kematian nan lebih rendah dibandingkan beberapa posisi lainnya dalam kondisi kecelakaan tertentu.
- Bagian depan alias belakang pesawat.
Letak bangku dari bagian depan hingga belakang kabin juga menjadi pertimbangan. Sejumlah kajian terhadap kecelakaan pesawat menunjukkan bangku di sepertiga bagian belakang mempunyai tingkat kematian nan lebih rendah dalam sampel tertentu.
Kondisi tersebut dikaitkan dengan bagian depan pesawat nan condong menerima tumbukan lebih dulu dalam sejumlah kecelakaan. Namun, tingkat keselamatan tetap berjuntai pada kondisi setiap kecelakaan.
- Jarak dengan pintu keluar.
Akses menuju pintu keluar menjadi perihal krusial ketika terjadi keadaan darurat. Penumpang disarankan mengetahui letak pintu keluar di bagian depan maupun belakang pesawat serta menghitung jumlah baris bangku dari tempat duduk menuju pintu tersebut. Langkah ini dapat membantu penumpang menemukan jalur keluar ketika kondisi kabin menyulitkan pandangan.
FAA juga menekankan pentingnya mengikuti pengarahan keselamatan, mengenakan sabuk pengaman, serta meninggalkan peralatan bawaan ketika pemindahan dilakukan.
Langkah Penumpang untuk Menjaga Keselamatan
Memilih posisi bangku bukan satu-satunya perihal nan perlu diperhatikan saat terbang. Penumpang juga perlu memahami prosedur keselamatan dan mengikuti pengarahan awak kabin selama penerbangan. Beberapa langkah sederhana nan dapat dilakukan penumpang antara lain:
- Perhatikan pengarahan keselamatan. Dengarkan penjelasan pramugari sebelum penerbangan dan baca kartu keselamatan untuk mengetahui prosedur serta letak peralatan darurat.
- Selalu kenakan sabuk pengaman. Sabuk pengaman membantu menahan tubuh saat fase penerbangan tertentu dan ketika terjadi turbulensi. Sabuk sebaiknya dipasang rendah dan erat di bagian pinggul, bukan di perut.
- Gunakan pengaman nan sesuai untuk anak. Untuk anak dengan berat kurang dari 40 pon alias sekitar 18 kilogram, FAA menyarankan penggunaan bangku alias perangkat pengaman anak nan telah disetujui.
- Patuhi patokan bagasi kabin. Barang bawaan nan tidak disimpan dengan betul dapat menimbulkan akibat cedera selama penerbangan. Jika terjadi evakuasi, penumpang juga diminta meninggalkan seluruh peralatan bawaan agar tidak menghalang proses evakuasi.
- Ikuti patokan penggunaan perangkat elektronik. Penumpang perlu mengikuti kebijakan maskapai mengenai penggunaan perangkat elektronik portabel selama penerbangan, termasuk petunjuk kapan perangkat kudu disimpan alias digunakan dalam mode nan diperbolehkan.
Keselamatan selama penerbangan tidak hanya berjuntai pada posisi kursi. Kesiapan penumpang dalam memahami pengarahan keselamatan, menggunakan sabuk pengaman, serta mengikuti petunjuk awak kabin juga menjadi bagian krusial dalam menghadapi kondisi darurat. (Sumber: Federal Aviation Administration, Valley International Airport, Sheffield School of Aeronautics/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·