Manchester City kandas memberikan bingkisan perpisahan manis untuk Pep Guardiola. Sempat unggul, City justru takluk 1-2 dari Aston Villa di laga terakhir Pep.(Manchester City)
ASTON Villa merusak pesta perpisahan Pep Guardiola dalam laga terakhirnya sebagai manajer Manchester City. Pengabdian satu dasawarsa Guardiola nan bergelimang 20 trofi tersebut kudu berhujung dengan kekalahan pahit 1-2 di hadapan publik Etihad Stadium.
Dengan trofi juara Liga Premier Inggris nan sudah dipastikan jatuh ke tangan klub London Utara, laga melawan Villa ini tidak lagi menentukan gelar. Pertandingan ini murni menjadi panggung penghormatan untuk melepas Guardiola, John Stones, dan Bernardo Silva nan melakoni laga perpisahan mereka.
Silva nyaris mengukir momen bagus di awal laga setelah bekerja sama dengan Savinho, namun tembakannya tetap bisa diamankan kiper Villa, Marco Bizot. The Citizens akhirnya memecahkan kebuntuan pada pertengahan babak pertama. Berawal dari sepak pojok Tijjani Reijnders, Antoine Semenyo nan berdiri tanpa kawalan di tiang jauh sukses menceploskan bola ke dalam gawang.
City terus menekan dan mendapatkan beberapa kesempatan emas melalui tindakan Savinho. Namun, penampilan apik Bizot di bawah mistar gawang membikin skuad Villa, nan melakukan banyak rotasi pemain setelah tampil di kejuaraan Eropa tengah pekan lalu, hanya tertinggal satu gol saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Aston Villa pengarahan Unai Emery secara mengejutkan tampil tanpa tanda-tanda kelelahan. Ollie Watkins langsung membungkam publik Etihad setelah memanfaatkan kegagalan barisan pertahanan City dalam mengantisipasi situasi sepak pojok untuk mencetak gol penyeimbang.
Sesaat sebelum laga melangkah satu jam, Bernardo Silva ditarik keluar dan menerima tepuk tangan meriah (standing ovation) dari seluruh suporter City. Namun, kegembiraan fans tuan rumah kembali sirna tidak lama kemudian. Ross Barkley dengan cerdas mengirimkan umpan terobosan kepada Watkins, nan kemudian melepaskan tembakan jeli dari sisi kanan ke pojok bawah gawang City. Skor berbalik 2-1 untuk Villa.
Bukannya bertahan, Villa justru terus bermain garang dan nyaris menambah kelebihan umpama tendangan Leon Bailey tidak membentur tiang gawang.
Di masa injury time, Phil Foden sempat menggetarkan jala gawang Villa dan mengira telah menyelamatkan timnya dari kekalahan. Namun, gol tersebut dianulir secara kontroversial oleh VAR lantaran Foden dinilai sudah terlebih dulu berada dalam posisi offside saat proses serangan.
Kekalahan ini menjadi akhir nan kurang memuaskan bagi periode emas Guardiola berbareng Manchester City. Sebaliknya bagi Aston Villa, kemenangan ini menyempurnakan catatan musim terbaik mereka dalam sejarah sepak bola modern. (Flash Score/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·