Malapetaka Hantam Eropa, 75.000 Orang Mengungsi di Spanyol

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Petaka kebakaran rimba terjadi di Spanyol. Hal ini memaksa lebih dari 75.000 penduduk mengungsi.

Warga dari desa-desa nan dievakuasi duduk untuk makan sembari berlindung di pusat olahraga di Moncofa, Castellon, Spanyol, 26 Juli 2026. (REUTERS/Eva Manez)

Warga dari desa-desa nan dievakuasi berkumpul di pusat olahraga di Moncofa, Castellon, Spanyol, Minggu waktu setempat. Sarana itu sekarang difungsikan sebagai tempat penampungan sementara. Kebakaran rimba nan tetap berkobar telah memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka. Layanan darurat terus dikerahkan ke beragam wilayah untuk mengendalikan kobaran api. (REUTERS/Eva Manez)

Warga dari desa-desa nan dievakuasi duduk untuk makan di pusat olahraga nan digunakan untuk menampung pengungsi, di Moncofa, Castellon, Spanyol, 26 Juli 2026.

Seorang penduduk terdampak mengatakan kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian materiil tetapi juga meninggalkan luka emosional. Korban kehilangan rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka. (REUTERS/Eva Manez)

Anak-anak laki-laki bermain catur, sementara penduduk dari desa-desa nan dievakuasi berlindung di pusat olahraga di Moncofa, Castellon, Spanyol, 26 Juli 2026.

Mengutip Reuters Senin (27/7/2026), pihak berkuasa Spanyol melaporkan lebih dari 75.000 orang telah dievakuasi akibat kebakaran rimba nan terus meluas. Selain itu, sekitar 30.000 penduduk lainnya diperintahkan untuk tetap berlindung di rumah demi argumen keselamatan. (REUTERS/Eva Manez)

Asap mengepul dari kebakaran rimba nan meluas di Betxi, Spanyol, 26 Juli 2026.

Kebakaran ini menjadi musibah terbaru nan melanda Spanyol setelah negara tersebut mengalami kekeringan berkepanjangan dan serangkaian gelombang panas dalam beberapa waktu terakhir. (REUTERS/Pedro Nunes)

Para personil Unit Kedaruratan Militer (UME) membersihkan area setelah memadamkan kebakaran di San Martin de Valdeiglesias, Madrid, Spanyol, 26 Juli 2026.

Para intelektual menyebut kondisi cuaca ekstrem tersebut diperparah oleh perubahan iklim, nan meningkatkan akibat terjadinya kebakaran rimba dengan intensitas lebih besar serta penyebaran api nan semakin susah dikendalikan. (REUTERS/Ana Beltran)

Seorang laki-laki mengawasi kobaran api nan meluas di Betxi, Spanyol, 26 Juli 2026.

Otoritas setempat tetap menempatkan jasa darurat di beragam wilayah terdampak untuk membantu proses evakuasi, melindungi warga, dan memadamkan titik-titik api nan tetap aktif. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi seiring ancaman kebakaran nan belum mereda. (REUTERS/Pedro Nunes)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News