Petaka kebakaran rimba terjadi di Spanyol. Hal ini memaksa lebih dari 75.000 penduduk mengungsi.
Warga dari desa-desa nan dievakuasi berkumpul di pusat olahraga di Moncofa, Castellon, Spanyol, Minggu waktu setempat. Sarana itu sekarang difungsikan sebagai tempat penampungan sementara. Kebakaran rimba nan tetap berkobar telah memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka. Layanan darurat terus dikerahkan ke beragam wilayah untuk mengendalikan kobaran api. (REUTERS/Eva Manez)
Seorang penduduk terdampak mengatakan kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian materiil tetapi juga meninggalkan luka emosional. Korban kehilangan rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka. (REUTERS/Eva Manez)
Mengutip Reuters Senin (27/7/2026), pihak berkuasa Spanyol melaporkan lebih dari 75.000 orang telah dievakuasi akibat kebakaran rimba nan terus meluas. Selain itu, sekitar 30.000 penduduk lainnya diperintahkan untuk tetap berlindung di rumah demi argumen keselamatan. (REUTERS/Eva Manez)
Kebakaran ini menjadi musibah terbaru nan melanda Spanyol setelah negara tersebut mengalami kekeringan berkepanjangan dan serangkaian gelombang panas dalam beberapa waktu terakhir. (REUTERS/Pedro Nunes)
Para intelektual menyebut kondisi cuaca ekstrem tersebut diperparah oleh perubahan iklim, nan meningkatkan akibat terjadinya kebakaran rimba dengan intensitas lebih besar serta penyebaran api nan semakin susah dikendalikan. (REUTERS/Ana Beltran)
Otoritas setempat tetap menempatkan jasa darurat di beragam wilayah terdampak untuk membantu proses evakuasi, melindungi warga, dan memadamkan titik-titik api nan tetap aktif. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi seiring ancaman kebakaran nan belum mereda. (REUTERS/Pedro Nunes)
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·