Makna Hari Tasyrik: Asal-Usul, Amalan Sunah, dan Peristiwa Bersejarah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Asal-Usul, Amalan Sunah, dan Peristiwa Bersejarah Jemaah haji Indonesia berbareng jemaah dari beragam negara melakukan mabit di Muzdalifah, Mekah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026) waktu setempat.(Antara/Citro Atmoko)

HARI Tasyrik merupakan tiga hari krusial dalam almanak Hijriah nan jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Hari-hari ini merupakan kelanjutan dari seremoni Idul Adha (10 Zulhijah) dan mempunyai kedudukan spesial dalam hukum Islam.

Secara spiritual, hari tasyrik adalah waktu bagi umat Muslim untuk memperbanyak zikir, bersyukur, dan menikmati karunia Allah SWT setelah melaksanakan ibadah kurban. Mari kita simak penjelasan lebih perincian berikut.

Makna dan Asal-Usul Penamaan Tasyrik

Secara etimologi, kata tasyrik berasal dari bahasa Arab syaraqa nan berfaedah terbit atau menjemur. Terdapat beberapa argumen historis hari-hari ini dinamakan demikian:

  • Tradisi Menjemur Daging: Pada masa lampau, sebelum ada teknologi pendingin (kulkas), jemaah haji dan masyarakat Mekah mengawetkan daging hewan kurban dengan langkah mengirisnya tipis-tipis, memberi garam, lampau menjemurnya di bawah terik mentari hingga kering (menjadi dendeng). Proses menjemur daging ini disebut tasyriqul lahm.
  • Waktu Shalat Id: Pendapat lain menyatakan dinamakan tasyrik lantaran salat Idul Adha dilaksanakan saat mentari mulai memancarkan sinarnya (syuruq).

Peristiwa Bersejarah di Hari Tasyrik

Hari Tasyrik tidak lepas dari rangkaian peristiwa besar nan dialami oleh Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Beberapa momentum sejarah nan melatarbelakangi hari-hari ini antara lain:

  1. Keteguhan Nabi Ibrahim AS: Hari-hari ini merupakan masa Nabi Ibrahim AS membuktikan ketaatannya kepada Allah SWT setelah melewati ujian berat menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
  2. Pelemparan Jamrah: Bagi jemaah haji, hari tasyrik adalah waktu untuk melaksanakan wajib haji berupa melempar tiga jamrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) di Mina. Ritual ini merupakan napak tilas saat Nabi Ibrahim AS mengusir setan nan mencoba menggoda dan menghalanginya melaksanakan perintah Allah.
  3. Masa Bermalam (Mabit) di Mina: Hari tasyrik menjadi saksi berkumpulnya jutaan umat Muslim dari seluruh bumi di lembah Mina untuk berzikir dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Hukum dan Larangan di Hari Tasyrik

Dalam norma Islam, hari tasyrik mempunyai status norma nan unik dibandingkan hari-hari lain:

1. Larangan Berpuasa
Umat Islam diharamkan berpuasa pada hari tasyrik, baik itu puasa sunah maupun puasa wajib (seperti qadha Ramadhan). Hal ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW nan menyebut bahwa hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.

2. Kewajiban bagi Jemaah Haji
Bagi mereka nan sedang menunaikan ibadah haji, bermalam di Mina dan melempar jamrah pada hari-hari ini adalah tanggungjawab nan jika ditinggalkan kudu bayar denda (dam).

Amalan Sunah nan Dianjurkan

Meskipun dilarang berpuasa, umat Muslim sangat dianjurkan untuk menghidupkan hari tasyrik dengan beragam ibadah saleh:

  • Memperbanyak Takbir: Mengumandangkan takbir (Takbir Muqayyad) setiap selesai salat fardu hingga waktu ashar pada tanggal 13 Zulhijah.
  • Zikir dan Doa: Memperbanyak membaca angan Sapu Jagat (Rabbana atina fid-dunya hasanah...). Para ustadz menyebut bahwa angan ini sangat relevan dibaca di hari tasyrik lantaran mencakup permohonan kebaikan bumi dan akhirat.
  • Menyembelih Hewan Kurban: Waktu penyembelihan hewan kurban tetap berjalan hingga terbenam matahari pada tanggal 13 Zulhijah. Ini memberikan kesempatan bagi mereka nan belum sempat berkurban di hari Idul Adha.
  • Menyambung Silaturahmi: Memanfaatkan momen makan berbareng daging kurban untuk mempererat tali persaudaraan antarsesama Muslim.

Catatan Penting: Hari Tasyrik adalah waktu jamuan Allah. Menikmati makanan dan minuman dengan niat agar lebih kuat dalam beragama adalah corak syukur nan berbobot pahala.

Pertanyaan Sering Diajukan mengenai Hari Tasyrik

Bolehkah bayar utang puasa di hari tasyrik? Tidak boleh. Puasa qadha nan dilakukan di hari tasyrik hukumnya tidak sah lantaran ada larangan tegas dari Rasulullah SAW.
Kapan waktu terakhir menyembelih kurban? Waktu terakhir adalah sebelum mentari terbenam pada tanggal 13 Zulhijah.
Apa nan dimaksud dengan Nafar Awal dan Nafar Tsani? Nafar Awal adalah jamaah haji nan meninggalkan Mina pada 12 Zulhijah, sedangkan Nafar Tsani adalah mereka nan menetap hingga 13 Zulhijah.

Amalan Hari Tasyrik

  • Mengucapkan takbir setiap selesai shalat lima waktu.
  • Menghindari puasa (wajib maupun sunnah).
  • Memperbanyak angan kebaikan bumi dan akhirat.
  • Berbagi daging kurban kepada nan membutuhkan.
  • Menjaga lisan dari perkataan nan tidak bermanfaat.
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia