'Mak Jangan Nangis', Lemasnya Warga Gambir Jakpus Tahu Rumahnya Terbakar

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Kebakaran melanda permukiman penduduk di area Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus). Kebakaran tersebut melanda 114 rumah, membikin sejumlah penduduk tak bisa lagi bernaung.

Salah satunya ada penduduk berjulukan Deka nan pada saat kebakaran terjadi sedang pergi ke TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan. Pada saat kejadian, Deka langsung mendapat telepon dari ibunya.

"'Mak ngomong nan bener, jangan nangis dulu, Mak. nan bener ngomong, Mak.' 'Kebakaran, Batuceper, rumah habis, ludes sama sekali nggak ada kesisa. Baju nggak kebawa'," kata Deka menirukan percakapan telepon dengan ibunya di letak kejadian, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deka dan family pun langsung pulang saat mengetahui kebakaran terjadi. Dalam perjalanan, dia sempat meminta kendaraan lain untuk memberi jalan untuk kendaraannya lewat.

"Sampe di Harmoni (Jakpus), saya keluar dari TPU saya di Harmoni kan merah kan suka lama ya? Saya turun. Adek ipar saya nan bawa mobil turun. Jadi laki saya nan nyetir, saya turun di jalan. Saya minta tolong biar mobil saya tuh lewat dulu gitu. Saya mau minta berhenti. 'Tolong dong pinggir, pinggir, pinggir. Saya lewat dulu lewat. Rumah saya kebakaran'," katanya.

Pada saat sampai di rumahnya, Deka langsung lemas memandang kondisi rumah. Deka sampai tak bisa bercakap-cakap pada saat memandang pertama kali kondisi rumahnya.

"Alhamdulillah dikasih jalan sih. Walaupun lampunya merah saya bablasin, 'Udah lewat lewat lewat,' sampe nggak bisa ngomong. Rumah saya kebakaran. Tapi pas dari seberang situ tuh nan Tanah Abang itu udah lihat api. Udah terlihat hitam. Sampe sini, aduh, udah lemes," katanya.

Deka tak sempat menyelamatkan dokumen-dokumen krusial keluarga. Deka hanya sempat membawa KTP nan dibawa berbareng dompetnya.

"KTP saya aja hanya bawa dompet warung nan biasa saya jualan. Biasanya kan saya bawa dompet. Kalau dompet ini doang. Kartu BPJS semua nggak kebawa, kitab nikah," katanya.

Selain Deka, ada juga Upi nan menjadi korban terdampak kebakaran tersebut. Upi menceritakan detik-detik kebakaran tersebut.

"Ada asap besar. Tetangga udah menteriak, 'Ayo,' katanya, 'Keluar, keluar! Asapnya udah ngebul,' gitu. Jadi saya juga panik di dalam. Saya buru-buru ngungsiin cucu saya dulu, saya pegang. Apa nan saya penting, surat-surat krusial aja saya bawa," cerita Upi.

"Udah, saya nggak bawa apa-apa. Saya ingat lagi cucu, saya punya turunan nan bayi. Udah pada keluar semua itu. Udah api makin besar. Semua penduduk udah pada keluar. Sebabnya apinya merembet terus gitu," kata Upi ditemui di letak kebakaran," imbuhnya.

Kini, rumah Upi hanya tinggal separuh nan tersisa imbas kebakaran. Upi dan keluarganya selamat dan tidak mengalami luka.

"Kalau rumah dari saya mah tinggal separo-separo. Tetangga saya lenyap semua," kata Upi.

"(Keluarga) selamat, alhamdulillah," sambungnya.

Seperti diketahui, kebakaran melanda permukiman penduduk di area Gambir, Jakarta Pusat. Sebanyak 114 rumah terdampak dari kejadian tersebut.

Berdasarkan papan info nan dilihat detikcom di lokasi, Senin (31/8) pukul 18.00, terdapat 114 rumah nan terdampak dari kejadian tersebut. Selain itu, 880 jiwa dari 310 kartu family (KK) terdampak dari kebakaran.

Kebakaran dilaporkan penduduk kepada damkar pada pukul 13.40 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 13.46 WIB.

Petugas dapat mengendalikan api untuk menekan terjadinya perambatan ke objek nan lebih luas. Proses pemadaman dalam status kuning ini dilaporkan per pukul 16.17 WIB.

"Status kebakaran, proses pemadaman. (Api) sudah dapat dilokalisir," kata Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakpus, Triyanto.

(rfs/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑