Niko Prayoga
, Jurnalis-Sabtu, 19 September 2026 |08:05 WIB

Main game. (Foto: Freepik)
BERMAIN game seringkali dipersepsikan negatif alias dianggap sebatas pembuang waktu. Namun, temuan ilmiah terbaru justru mengungkap kebenaran sebaliknya. Hobi nge-game rupanya berpotensi menjaga performa otak tetap tajam dan awet muda.
Hal tersebut diungkapkan oleh master sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata dalam unggahan di akun Instagramnya. Ia menunjukkan sebuah riset berjudul Characterizing the cognitive and mental health benefits of exercise and video game playing nan disusun oleh Sydni G. Paleczny, Conor J. Wild, Alex Xue, Roger Highfield, dan Adrian M. Owen.

1. Main Game Disebut Bisa Bikin Otak Awet Muda
Jurnal itu membeberkan hubungan menarik antara kebiasaan bermain game dan kegunaan kognitif seseorang. Riset ini mengawasi ribuan partisipan lintas negara untuk memandang sejauh mana aktivitas interaktif tersebut mempengaruhi performa otak mereka.
"Penelitian ini merekrut 2.000 orang dari beragam negara, kemudian dilihat kebiasaan bermain game-nya, lampau dibandingkan keahlian kognitif otaknya," tulis dr. Adam.
Hasil kajian dari penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan kapabilitas kognitif nan cukup signifikan antara gamer rutin dan non-gamer. Dimana, lama lebih dari 5 jam seminggu menunjukkan performa kognitif 13,7 tahun lebih muda dibandingkan orang nan tidak rutin bermain game.
Sementara itu, lama kurang dari 5 jam seminggu menunjukkan keahlian kognitif 5 tahun lebih muda dibandingkan golongan non-gamer. Efek "awet muda" ini mencakup beberapa kegunaan vital otak nan banget krusial dalam kehidupan sehari-hari.
"Kemampuan kognitif otak nan menjadi awet muda pada orang nan rutin main game meliputi memori jangka pendek, keahlian penalaran, keahlian verbal, kecepatan memproses informasi," jelas dia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·