Macam-macam Syirik Lengkap dengan Dalilnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Macam-macam Syirik Lengkap dengan Dalilnya

Berkonsultasi ke dukun merupakan salah satu contoh perbuatan syirik.

JAKARTA — Syirik merupakan perbuatan nan berasal dari dalam hati, sehingga siapa pun berpotensi terjerumus ke dalamnya tanpa disadari. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik syirik kerap termanifestasi melalui sikap manusia nan meyakini serta menggantungkan angan kepada selain Allah SWT.

Sebagai salah satu dosa besar, syirik menjadi perbuatan nan wajib dijauhi lantaran dapat merusak keagamaan dan menjerumuskan manusia keluar dari jalan nan lurus. Karena itu, krusial bagi setiap Muslim untuk memahami beragam macam corak syirik agar dapat lebih mewaspadai, menjaga akidah, sekaligus terhindar dari kesesatan.

Macam-macam Syirik dan Dalilnya

Dilansir dari laman resmi Al-Manhaj, Senin (28/9/2026), syirik terbagi menjadi dua, ialah Syirik Besar dan Syirik Kecil. Berikut penjelasannya:

1. Syirik Besar

Syirik besar merupakan corak perbuatan memalingkan ibadah kepada selain Allah SWT, seperti berambisi dan bermohon kepada selain-Nya, alias mendekatkan diri melalui penyembelihan kurban dan nazar nan ditujukan untuk kuburan, jin, setan, maupun makhluk lainnya.

Syirik besar juga dapat tercermin dari sikap seseorang nan merasa takut kepada orang nan sudah tiada dengan dugaan dapat mengganggu alias menolaknya, serta menggantungkan angan kepada sesuatu selain Allah SWT nan sejatinya tidak mempunyai kuasa memberi faedah maupun mudarat. Termasuk pula tindakan meminta sesuatu kepada selain Allah, padahal perihal tersebut hanya bisa dikabulkan oleh-Nya, seperti memenuhi rencana alias melepaskan diri dari kesulitan hidup.

Berbagai corak ibadah tersebut pada hakikatnya hanya boleh ditujukan kepada Allah SWT semata. Mengenai perbuatan menyembah selain Allah saat tertimpa kesulitan, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

“Maka andaikan mereka naik kapal, mereka bermohon kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 65)

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑