Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung menjalin kerja sama dengan KPK guna memperkuat integritas peradilan.
Sebagai langkah awal, Kepala BSDK MA, Syamsul Arief, menyebut sebanyak 200 pengadil ketua wilayah bakal dipanggil untuk menjalani diklat antikorupsi secara intensif selama satu minggu pada Mei mendatang. Nantinya KPK bakal mengisi materi dalam diklat tersebut.
"Ada 200 Ketua Pengadilan dan Wakil Ketua Pengadilan nan bakal dipanggil pada tanggal 18 Mei selama satu minggu. Nanti mereka bakal dididik, tiga hari materi mengenai terkait aspek-aspek kepemimpinan di pengadilan dan penguasaan perihal nan sifatnya teknis yudisial. Namun demikian, dua hari kemudian atas kerja sama ini itu bakal diisi oleh materi antikorupsi," papar Syamsul Arief dalam konvensi pers di Media Center MA, Jakarta, Jumat (24/4).
Menyambung perihal tersebut, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menjelaskan bahwa metode pengajaran selama dua hari itu tidak bakal berfokus pada pemahaman dasar, melainkan membedah persoalan riil di lapangan.
"Kalau untuk teman-teman seperti pengadil itu nggak perlu teori lagi sebetulnya. Oleh karena itu kurikulum nan kami lakukan juga bukan hanya teori-teori, tapi juga dengan studi-studi kasus. Misalkan mengenai dengan gratifikasi, bentrok kepentingan, dilema integritas, apalagi para pengadil ini pada saat mengambil keputusan pasti ada dilema integritas nan terjadi," jelas Wawan.
Langkah MA menggandeng KPK ini merupakan bagian dari upaya transformasi dan keterbukaan lembaga peradilan secara menyeluruh. Syamsul mencontohkan, BSDK MA sekarang tak ragu melibatkan tokoh-tokoh kritis eksternal hingga awak media dalam mengawal dan memberikan materi pendidikan para hakim.
"Pelaksanaan-pelaksanaan diklat itu kami mengundang beberapa wartawan wartawan untuk menjadi observer. Dalam diklat nan sekarang sedang melangkah tuh diklat Filsafat dan Keadilan nan pembicaranya misalnya Rocky Gerung, Robertus Robet, apalagi Haris Azhar, Feri Amsari. Seluruhnya itu kami laksanakan secara online dan itu terbuka," pungkas Syamsul.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·