Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merasa prihatin soal Bupati Sukoharjo nan terjerat Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Ia segera menunjuk Plt Bupati untuk menggantikan Etik.
"Kami prihatin ya, saya sudah berkali-kali kali menyampaikan untuk menciptakan clear and good government itu berangkatnya adalah dari pimpinannya. Jadi ikan itu busuknya dari kepala," ujar Luthfi dalam keterangannya, Jumat (10/7).
Ia mengatakan, semestinya seorang pemimpin bisa menjadi contoh untuk menciptakan pemerintahan nan baik dan bersih.
"Kita kudu memberikan contoh suri tauladan untuk clear and good government dalam setiap kegiatan. Baik itu mengenai dengan jabatan, dengan penggunaan anggaran, baik itu pertanggungjawaban dinas, itu kudu transparan dan akuntabel. Ini kuncinya," tegas eks Kapolda Jateng ini.
Meski begitu, dia mendukung penuh proses norma nan berlaku. Ia menegaskan kesetaraan di hadapan norma tidak memandang latar belakang setiap orang.
"Jadi saya dukung sekali aktivitas ini dan saya hanya mengharapkan, tolong semua pejabat di level apa pun untuk betul-betul menerapkan adanya clear and good government," tegas dia.
Ia juga memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo tidak terganggu dengan adanya OTT KPK terhadap bupati.
"Yang jelas begini, saya kelak bakal perintahkan dinas, pastikan pelayanan publik di wilayah Sukoharjo kudu tetap berjalan, tidak boleh terganggu," imbuh Luthfi.
Luthfi juga bakal segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo untuk menggantikan Etik Suryani.
"Nanti bakal kita tunjuk Plt jika sudah ada kekuatan norma tetap," kata Luthfi.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·