Ilustrasi(Dok ABB Indonesia )
ABB Indonesia memperkenalkan UniSec SPLN, panel hubung bagi tegangan menengah (PHBTM) berisolasi udara sekunder (AIS) nan telah disesuaikan dengan standar SPLN Indonesia. Produk tersebut menjadi switchgear dunia pertama nan sukses diadaptasi secara unik untuk memenuhi persyaratan teknis nasional dan siap digunakan dalam jaringan pengedaran listrik PT PLN (Persero).
Peluncuran UniSec SPLN dilakukan di tengah upaya Indonesia memperkuat prasarana kelistrikan guna memenuhi kebutuhan listrik nan terus meningkat sekaligus meningkatkan keandalan sistem pengedaran nasional.
Produk tersebut merupakan hasil penyesuaian dari platform dunia ABB UniSec nan telah melalui proses modifikasi teknis dan pengetesan komprehensif agar sesuai dengan standar SPLN. Setelah dinyatakan lulus uji mutu pada 2025, UniSec SPLN mulai diperkenalkan ke pasar Indonesia pada 2026.
Melalui perjanjian Kesepakatan Harga Satuan (KHS) PHBTM dengan PT PLN (Persero), produk tersebut sekarang telah masuk ke dalam sistem pengadaan PLN dan siap digunakan untuk mendukung pengembangan jaringan pengedaran listrik nasional. Electrification Commercial Business Lead ABB Indonesia, Ken Yap, mengatakan UniSec SPLN merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi dunia nan relevan dengan kebutuhan lokal.
“UniSec SPLN mencerminkan komitmen ABB dalam mengombinasikan penemuan dunia dengan relevansi lokal nan kuat. Setelah mendapatkan persetujuan tahun lalu, kami bangga memandang solusi ini memasuki tahun pertama adopsinya melalui ekosistem pengadaan PLN, memungkinkan prasarana tegangan menengah nan lebih andal dan terstandarisasi di seluruh Indonesia,” kata dia dikutip dari siaran pers nan diterima, Rabu (3/6).
Selain memenuhi standar teknis nasional, UniSec SPLN juga mempunyai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 25%. Capaian tersebut diperoleh melalui proses modifikasi nan dilakukan oleh tim ABB Indonesia sehingga turut mendukung penguatan industri nasional.
Dari sisi operasional, UniSec SPLN dirancang untuk memberikan tingkat keandalan dan keselamatan nan tinggi melalui teknologi PHBTM berisolasi udara nan telah digunakan secara luas di beragam negara.
Produk ini juga menawarkan elastisitas penggunaan untuk beragam kebutuhan pengedaran listrik sekunder serta mendukung modernisasi jaringan kelistrikan. Manager Sub Bidang Distribusi PLN UID Jakarta Raya, Dwika Sektiawan, menilai kehadiran produk nan telah memenuhi standar SPLN bakal membantu PLN menjaga kualitas dan keandalan sistem pengedaran listrik nasional.
“Kolaborasi dengan mitra dunia seperti ABB nan bisa memenuhi standar SPLN menjadi langkah krusial dalam memastikan kualitas dan keandalan prasarana pengedaran listrik nasional. Kami menyambut baik kehadiran UniSec SPLN sebagai solusi nan telah memenuhi persyaratan teknis nasional dan mendukung upaya PLN dalam menghadirkan sistem pengedaran listrik nan lebih andal, aman, dan terstandarisasi di seluruh Indonesia,” katanya.
Masuknya UniSec SPLN ke dalam sistem pengadaan PLN menandai dimulainya tahap penerapan awal produk tersebut di Indonesia. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas penggunaan PHBTM nan terstandarisasi di beragam wilayah sekaligus meningkatkan efisiensi operasional jaringan pengedaran listrik. Untuk mendukung mengambil teknologi tersebut, ABB Indonesia juga meluncurkan program “ABB Medium Voltage Experience Roadshow”.
Program berskala nasional itu ditujukan untuk memperkenalkan UniSec SPLN sekaligus meningkatkan pemahaman teknis para pengguna di lingkungan PLN. Pada tahap awal, roadshow bakal digelar di delapan kota di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Kegiatan tersebut mencakup demonstrasi produk, obrolan teknis, serta sesi berbagi pengetahuan mengenai perkembangan teknologi tegangan menengah dan tantangan sistem kelistrikan modern.
ABB menilai peningkatan kapabilitas sumber daya manusia menjadi aspek krusial dalam mendukung modernisasi jaringan pengedaran listrik. Melalui roadshow tersebut, perusahaan berambisi pemahaman terhadap teknologi PHBTM nan telah memenuhi standar SPLN dapat semakin luas sehingga mendukung percepatan transformasi sektor kelistrikan nasional. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·