Luncurkan I-CHIP, UMJ Siap Jegal Kebijakan Kesehatan Berbau Kepentingan Pasar

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi mendirikan Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy (I-CHIP). Pusat studi transdisiplin tingkat universitas ini sengaja diluncurkan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) untuk mengawal dan memperkuat kebijakan kesehatan nasional agar berbasis pada bukti ilmiah, bukan kepentingan politik sesaat.

Rektor UMJ, Ma'mun Murod Al Barbasy, menegaskan bahwa peluncuran I-CHIP merupakan corak kebangkitan intelektual kampus agar perguruan tinggi bisa memberikan solusi konkret terhadap persoalan nyata di masyarakat.

"Hari Kebangkitan Nasional ini mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dibangun di atas pengetahuan pengetahuan, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat. I-CHIP datang sebagai manifestasi dari semangat tersebut," kata Ma'mun Murod melalui siaran persnya, Rabu (20/5/2026).

Ma'mun menambahkan, I-CHIP didesain sebagai wadah kolaboratif nan bakal melibatkan lintas disiplin pengetahuan serta jejaring mitra strategis nasional. Lembaga ini disiapkan untuk menjawab tantangan besar seperti transformasi jasa primer, keadilan pembiayaan kesehatan, ketahanan medis terhadap perubahan iklim, hingga kemandirian sektor farmasi dalam negeri.

"UMJ mau memastikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi menara akademik, tetapi juga menjadi pusat solusi bagi persoalan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur I-CHIP UMJ, Arief Rosyid Hasan, mengungkapkan bahwa pendirian pusat studi ini berakar dari kegelisahan akademik memandang arah kebijakan kesehatan di Indonesia nan rawan terseret arus kapitalisasi.

"Kami percaya, kebijakan kesehatan tidak boleh didorong oleh kepentingan pasar alias politik jangka pendek. Kebijakan kudu dibangun di atas bukti ilmiah nan kuat dan berpihak kepada masyarakat luas utamanya golongan rentan. I-CHIP mau menjadi jembatan antara sains, negara, dan kemaslahatan publik," jelas Arief.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita