Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun, Prabowo: Kekayaan Alam Harus Kita Kelola dengan Baik

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2026 |15:02 WIB

 Kekayaan Alam Harus Kita Kelola dengan Baik

Presiden Prabowo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan total keseluruhan nilai investasi mencapai USD10,2 miliar alias sekitar Rp180 triliun serta melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Rangkaian tersebut berjalan di area Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Setibanya di area IWIP, Presiden Prabowo terlebih dulu meninjau sejumlah akomodasi industri nan dilalui dalam perjalanan menuju letak acara. Fasilitas tersebut antara lain industri bahan baku baterai (precursor), pengolahan nikel, hingga akomodasi industri aluminium

Sebelum menuju letak utama acara, Presiden Prabowo juga mengunjungi Wisma Tsingshan untuk memandang stan nan menyajikan info mengenai area IWIP. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah capaian dan perkembangan area industri, termasuk perjalanan pembangunan ekosistem industri serta investasi nan telah dan tengah dikembangkan.

Dalam laporannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa rangkaian proyek nan diluncurkan mencakup sejumlah industri nan telah memasuki tahap komersialisasi maupun proyek baru nan bakal segera dibangun.

“Ini bergerak dari material baterai berbasis nikel, kemudian proyeksi baterai, aluminium elektrolit, perangkat berat berbasis listrik itu nan sudah selesai,” tuturnya.

“Kemudian nan bakal digerakkan groundbreaking adalah material baterai berbasis nikel juga, separator baterai EV dan ini adalah nan pertama, elektronik baterai EV dan juga aluminium elektronik, aluminium elektronik ada dua, dan juga perangkat berat berbasis listrik nan bakal dibangun untuk truk dan juga pertambangan dan juga industri, dan juga photovoltaic glass untuk solar energy industry,” lanjut Rosan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑