Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia bisa menghemat lebih dari Rp 1.200 triliun dengan penerapan program percepatan transformasi digital pemerintahan alias government technology (GovTech).
Katanya, program itu juga sekaligus menutup beragam potensi kebocoran dan mendorong terciptanya ekosistem pemerintahan nan lebih efisien.
“Kami menghitung dengan government technology tadi, kita bakal bisa menghemat lebih dari Rp 1.200 triliun, bakal menutup kebocoran di sana-sini dan kita membikin satu ekosistem dibangun,” ujar Luhut di aktivitas IADEL Connect 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (5/9).
Luhut menilai transformasi ini dapat menjadi salah satu aspek nan mendukung keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia bisa tumbuh 7 hingga 8 persen.
“Ini salah satu nan membikin saya sebagai Dewan Ekonomi percaya bahwa Indonesia bisa tumbuh 7-8 persen menurut saya,” kata Luhut.
Luhut menuturkan uji coba Govtech nan telah dilakukan di Banyuwangi diharapkan dapat menemukan beragam persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan nan tetap dapat diperbaiki.
Ia lampau menyinggung penyaluran support sosial (bansos), di mana sekitar 77,6 persen bansos nan diberikan dinilai tidak tepat sasaran.
“Dan sekarang dengan perbaikan ini kami memandang less than 10 persen (yang tidak tepat sasaran),” ungkap Luhut.
Luhut menekankan penerapan Govtech saat ini juga telah mencapai nyaris 80 persen. Pemerintah menargetkan seluruh info di Indonesia mulai berbasis single ID hingga akhir tahun 2026, nan nantinya bakal membentuk sistem digital single ID secara nasional.
“Jadi kita bakal mempunyai digital single ID nan bakal berakibat luar biasa kepada negara ini,” tutur Luhut.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·