LRT Velodrome-Manggarai Belum Diresmikan, Pram: Ada Pekerjaan yang Belum Selesai

Sedang Trending 2 hari yang lalu
LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai siap beraksi dengan sejumlah penyempurnaan pada akomodasi dan jasa bagi pengguna, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Foto: Dok. LRT Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap argumen LRT Jakarta lintasan Velodrome-Manggarai belum diresmikan.

Pramono mengatakan Pemprov DKI telah melakukan rapat mengenai persiapan peresmian LRT Velodrome-Manggarai. Ia menyebut penyelesaian sejumlah pekerjaan di area bawah alias sekitar stasiun tetap dilakukan.

“Sekaligus ini dalam rangka sosialisasi dan juga dalam rangka untuk persiapan penyelesaian hal-hal nan belum selesai, terutama bukan di lintasan LRT-nya, tetapi di bawah. Dan sekarang kita bakal menyelesaikan itu,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/9).

Pemprov DKI, kata Pram, memutuskan menerapkan tarif Rp 8 selama masa uji coba hingga hari peresmian.

Pramono mengatakan tarif tersebut sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat sebelum LRT Velodrome-Manggarai resmi beroperasi.

“Sampai dengan hari H peresmian, maka kita bakal menerapkan tarif 8 perak rupiah. Sekaligus ini dalam rangka sosialisasi dan juga dalam rangka untuk persiapan penyelesaian hal-hal nan belum selesai,” ujarnya.

Setelah resmi diresmikan, tarif LRT Velodrome-Manggarai bakal dipatok Rp 5 ribu secara flat selama 1-2 bulan. Setelah periode tersebut, Pemprov DKI bakal melakukan pertimbangan untuk menentukan tarif selanjutnya.

Pramono mengatakan pertimbangan tarif diperlukan agar besaran tarif tetap dapat diterima masyarakat, tetapi di sisi lain tidak membikin beban subsidi nan kudu dikeluarkan Pemprov DKI terlalu besar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan peninjauan persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

“Setelah itu kami bakal melakukan evaluasi, gimana dan nomor berapa nan tepat nan kemudian bisa diterima oleh publik dengan baik, dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta,” katanya.

Pramono optimistis tarif murah pada tahap awal dapat menarik masyarakat untuk mencoba menggunakan LRT lintasan tersebut. Ia apalagi memproyeksikan jumlah pengguna baru bisa mencapai lebih dari 40 ribu orang per hari.

“Saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40 ribu pengguna nan baru, nan selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai,” tuturnya.

Pemprov DKI, lanjut Pramono, bakal segera melakukan sosialisasi mengenai skema tarif tersebut kepada masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan