Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(MGN)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, program danasiwa LPDP Jakarta tidak hanya menyasar bagian sains dan teknologi, tetapi juga membuka kesempatan pendidikan di bagian kuliner hingga kreasi kreatif.
Pemprov DKI Jakarta tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri untuk mendukung program tersebut. Pramono menyebut sejumlah kampus nan berpotensi menjadi mitra, di antaranya New York University dan Columbia University di Amerika Serikat, serta perguruan tinggi di Inggris, Australia, China, Jepang, dan Korea Selatan.
“Saya juga mau anak-anak nan belajar di luar negeri tidak hanya belajar sains dan teknologi. Saya memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar menjadi chef, kemudian hal-hal nan berangkaian dengan pembuat kreasi dan sebagainya,” kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis (15/10).
Menurut dia, perubahan kebutuhan era menuntut pengembangan kompetensi nan lebih beragam.
Karena itu, Pemprov DKI mau memastikan program danasiwa tersebut mencakup beragam bagian skill secara berimbang, tidak terbatas pada pendidikan akademik dan teknologi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran Rp100 miliar untuk program beasiswa LPDP Jakarta nan ditargetkan mulai melangkah pada 2027. Program tersebut menyasar penduduk nan mau melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di luar negeri. (Far/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·