LPDB Koperasi Salurkan Dana Bergulir Rp1,07 Triliun di Semester I 2026

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
LPDB Koperasi Salurkan Dana Bergulir Rp1,07 Triliun di Semester I 2026 ilustrasi(Antara)

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mencatatkan realisasi penyaluran biaya sebesar Rp1,07 triliun sepanjang semester I 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi lembaga untuk memperkuat akses pembiayaan bagi koperasi dan sektor produktif di seluruh Indonesia.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menjelaskan bahwa capaian selama periode Januari hingga Juni 2026 tersebut terbagi ke dalam dua kategori utama. Sebanyak Rp313,6 miliar dialokasikan untuk pembiayaan simpan pinjam, sementara porsi terbesar ialah Rp760,1 miliar disalurkan untuk pembiayaan sektor riil.

“LPDB Koperasi menargetkan total penyaluran biaya bergulir mencapai Rp2,1 triliun sepanjang tahun 2026,” ujar Krisdianto dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (15/7).

Secara akumulatif, sejak didirikan pada tahun 2008 hingga 30 Juni 2026, LPDB Koperasi telah menyalurkan total biaya bergulir sebesar Rp22,4 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Rp17,4 triliun untuk sektor simpan pinjam dan Rp5 triliun untuk penguatan sektor riil.

Fokus pada Koperasi Petani Tebu

Selain penyaluran dana, LPDB Koperasi sekarang tengah menggencarkan pendampingan bagi koperasi di sektor pertanian, khususnya petani tebu. Upaya ini sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian industri gula nasional.

Krisdianto menilai koperasi petani tebu mempunyai peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui agribisnis. Oleh lantaran itu, LPDB tidak hanya bertindak sebagai penyedia modal, tetapi juga mitra strategis dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kapabilitas pengurus.

"Kami berkomitmen mendukung koperasi sektor pertanian tebu melalui pembiayaan nan mudah diakses dan pendampingan upaya agar mereka menjadi lebih profesional, produktif, dan berkekuatan saing," tegasnya.

Komitmen Pemerintah: Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa LPDB sebagai Badan Layanan Umum (BLU) bakal terus mendukung transformasi koperasi petani tebu melalui skema pembiayaan, inkubasi, hingga penguatan tata kelola.

Sinergi Ekosistem Industri Gula

Sebagai corak nyata komitmen tersebut, LPDB menyelenggarakan pengarahan teknis nan dirangkaikan dengan aktivitas Rembuk Petani Tebu Rakyat di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/7). Forum ini melibatkan sekitar 100 peserta dari 50 koperasi petani tebu nan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan Jawa Barat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa ekosistem ini dirancang untuk memberikan kepastian bagi petani. Hasil panen tebu nan dikelola koperasi nantinya bakal diserap oleh PT PG Rajawali I, anak upaya BUMN pangan ID FOOD.

“Dengan sinergi ini, petani memperoleh kepastian pasar dan harga. Produk gula konsumsi nan dihasilkan nantinya diharapkan dapat dipasarkan melalui jaringan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” pungkas Ferry. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia