Lokasi Kebakaran di Kebayoran Lama Ternyata Gudang Obat, Dipicu Gangguan Listrik

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kebakaran nan semula dilaporkan terjadi di rumah tinggal di area Jalan Haji Salihun, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/7) malam, rupanya menghanguskan sebuah penyimpanan penyimpanan obat beserta instansi pengelolanya. Peristiwa itu diduga dipicu gangguan kelistrikan.

Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Poengky, mengatakan info awal nan diterima petugas menyebut objek nan terbakar merupakan permukiman. Namun setelah tiba di lokasi, petugas mendapati api berasal dari penyimpanan obat.

"Jadi tadi info awal memang kita informasinya rumah padat hunian. Namun rupanya sampai di TKP penyimpanan obat. Dan alhamdulillah tidak ada perambatan dan sigap dilokalisir. Dan sudah dilakukan pendinginan, sekarang udah dinyatakan padam, selesai," kata Poengky kepada wartawan usai pemadaman di letak kebakaran.

Ia menjelaskan, api hanya membakar penyimpanan obat dan instansi pengelola nan berada dalam satu bangunan. Gudang penyimpanan obat berada di lantai dua, sedangkan area lainnya berada di lantai bawah.

Menurut Poengky, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kejadian kelistrikan. Dugaan tersebut tetap bakal didalami melalui penyelidikan lebih lanjut.

"Penyebabnya sampai saat ini tetap dalam penyelidikan. Dugaannya kejadian kelistrikan," ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Bintara Data Gulkarmat Jakarta Selatan, Taufik, menambahkan info awal dari pengelola gedung menyebut titik api pertama kali terlihat di lorong penyimpanan obat, tepat di dekat mesin pengatur suhu penyimpanan obat nan terus beroperasi.

"Informasinya seperti itu dari pengelola bangunannya. Posisinya ada di lorong sebelah kiri, pas di mesin nan tadi saya bilang. Mesin buat penyimpanan suhu obat," kata dia.

Saat kejadian, kata Taufik, aktivitas di dalam gedung telah berhujung lantaran jam kerja sudah selesai. Api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan nan sempat berupaya memadamkan menggunakan perangkat pemadam api ringan (APAR), tetapi kandas lantaran kobaran api sudah membesar.

"Jadi awal mula itu security memandang ada penyalaan. Kemudian menggunakan perangkat pemadam APAR, namun tidak sukses lantaran api sudah besar. Makanya langsung menghubungi pihak Damkar," jelas Taufik.

Laporan kebakaran diterima Gulkarmat pada pukul 18.48 WIB. Petugas mulai melakukan pendinginan pada pukul 20.12 WIB setelah api sukses dilokalisir, sementara operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 21.13 WIB.

Dalam proses pemadaman, Gulkarmat mengerahkan total 28 unit mobil pemadam dan 185 personel.

Poengky memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Api juga tidak merembet ke rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi.

Meski demikian, sebagian isi penyimpanan tidak seluruhnya terbakar. Poengky menyebut tetap banyak bungkusan obat nan sukses diselamatkan lantaran api dapat segera dikendalikan.

"Jadi tetap banyak nan utuh. Kayak tempat-tempat obat tuh tetap banyak, tetap di dus tuh tetap utuh juga," jelasnya.

Saat ini proses pemadaman dan pendinginan telah selesai. Polisi selanjutnya bakal melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan