LKPP Ungkap Strategi Kawal Belanja Negara Rp937 Triliun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |21:39 WIB

LKPP Ungkap Strategi Kawal Belanja Negara Rp937 Triliun

LKPP Ungkap Strategi Kawal Belanja Negara Rp937 Triliun (Foto: Dokumentasi)

JAKARTA - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memastikan shopping negara senilai Rp937 triliun di 2026. Hal ini memberikan value for money serta mendorong percepatan program prioritas, terutama prasarana dan jasa digital.

Melalui metode konsolidasi, LKPP menggabungkan kebutuhan barang/jasa sejenis alias berulang dari beragam Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (K/L/PD). Pola shopping terpusat ini ditujukan agar pemerintah memperoleh nilai nan lebih efisien dan pasokan peralatan terjamin di lapangan.

Kepala LKPP Sarah Sadiqa mengatakan, ukuran keberhasilan pengadaan sekarang tidak lagi sebatas kepatuhan prosedur alias tuntasnya pekerjaan, melainkan capaian hasil dan kualitas jasa publik nan berkelanjutan

"Kita tidak sekadar menggabungkan paket alias mengejar nilai terendah, melainkan membangun strategi shopping nan lebih pandai (smart procurement) di mana dengan mendorong keputusan pengadaan berbasis kebutuhan, info pasar, dan hasil nan hendak dicapai. Dalam perihal ini perhatian kita bukan hanya pada kepemilikan barang, tetapi juga keberlanjutan kegunaan dan kualitas jasa nan diberikan," kata Sarah di Kick Off Konsolidasi Pengadaan Nasional 2026-2027 dikutip Kamis (22/10/2026).

Pada sektor infrastruktur, konsolidasi diarahkan untuk penyediaan area kediaman layak bagi masyarakat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menekankan pembangunan rumah kudu terintegrasi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) nan berfaedah baik.

"Konsolidasi kebutuhan kediaman nan sejenis di beragam program alias letak berkesempatan meningkatkan standardisasi hasil, skala ekonomi dan kepastian penyelesaian pekerjaan. Pelaksanaannya tetap dengan mempertimbangkan karakter wilayah, kapabilitas pengembang, dan persaingan upaya nan sehat," ungkap Maruarar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑