LineShine Buatan China Dinobatkan Sebagai Superkomputer Tercepat di Dunia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

LineShine Buatan China Dinobatkan Sebagai Superkomputer Tercepat di Dunia

Upacara penghargaan TOP500 untuk superkomputer terkuat di dunia, Hamburg, Jerman, 23 Juni 2026. (Foto: China News Service)

HAMBURG - Superkomputer LineShine buatan China dinobatkan sebagai superkomputer tercepat di bumi pada Konferensi Superkomputer Internasional di Hamburg, Jerman, melampaui El Capitan buatan Amerika Serikat (AS). Ini menandai pertama kalinya sejak 2017 sebuah mesin buatan China menduduki ranking teratas TOP500 superkomputer paling kuat di dunia.

Superkomputer digunakan untuk tugas-tugas ilmiah kompleks, mulai dari pemodelan suasana dan simulasi otak manusia hingga kriptografi dan penelitian tingkat lanjut.

Menurut ranking nan dirilis pada Selasa (23/6/2026), LineShine, nan dikembangkan oleh Pusat Superkomputer Nasional di Shenzhen, dapat melakukan nyaris 2,2 kuintiliun kalkulasi per detik. Kinerjanya lebih baik dari El Capitan milik Laboratorium Nasional Lawrence Livermore, unggul lebih dari 20% dalam tolok ukur utama. Sistem Amerika tersebut telah menduduki ranking teratas dalam ranking TOP500 nan diterbitkan dua kali setahun sejak November 2024.

LineShine juga menonjol lantaran sepenuhnya mengandalkan unit pemrosesan pusat (CPU) standar, bukan unit pemrosesan skematis (GPU) nan digunakan oleh sebagian besar superkomputer terkemuka.

“Ini adalah pertama kalinya komputer nan hanya menggunakan CPU mencapai exascale,” kata salah satu pendiri TOP500 dan pemenang Penghargaan Turing, Jack Dongarra, kepada South China Morning Post, merujuk pada pencapaian setidaknya 1 kuintiliun kalkulasi per detik.

GPU, nan dihargai lantaran kemampuannya menangani sejumlah besar kalkulasi simultan, sangat krusial untuk sistem AI canggih dan telah menjadi titik konsentrasi dalam persaingan teknologi antara AS dan China. Untuk memperlambat kemajuan China, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan pembatasan ekspor chip canggih.

“China dapat beradaptasi untuk mengembangkan jenis teknologinya sendiri nan sebaik—atau apalagi mungkin lebih baik daripada—teknologi nan ada, terlepas dari kontrol ekspor AS,” kata Dongarra.

(Rahman Asmardika)

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com