Alam menjelaskan, tidak hanya beraksi di Indonesia, OSCT juga mempunyai jaringan kerja sama regional dengan sembilan negara di Asia, di antaranya Jepang, China, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
"Kolaborasi tersebut memungkinkan adanya support lintas negara dalam penanganan kejadian pencemaran laut nan memerlukan respons sigap dan terkoordinasi," ucap dia.
Dalam kesempatan nan sama, Alam Syah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penyelenggaraan Invirotech 2026. Menurutnya, arena tersebut menjadi momentum krusial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perlindungan lingkungan hidup.
"Pelestarian lingkungan dan pembangunan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya kudu melangkah beriringan melalui konsep pembangunan berkepanjangan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang," kata Alam.
Dia menambahkan, Indonesia mempunyai potensi ekonomi dan sumber daya laut nan sangat besar. Namun, peningkatan aktivitas pelayaran, perikanan, budidaya laut, serta industri maritim lainnya juga perlu diimbangi dengan upaya pencegahan pencemaran dan peningkatan kesiapsiagaan.
Karena itu, lanjut Alam, OSCT Indonesia menyatakan siap mendukung pemerintah, bumi usaha, dan masyarakat dalam memperkuat sistem pencegahan serta penanggulangan tumpahan minyak melalui penyediaan peralatan, training sumber daya manusia, dan jasa kesiapsiagaan nan beraksi selama 24 jam.
"Indonesia adalah negara maritim. Dua pertiga wilayah kita adalah laut. Karena itu, perlindungan lingkungan laut kudu menjadi perhatian bersama. OSCT Indonesia siap menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan laut Indonesia untuk generasi sekarang dan masa depan," tutup Alam Syah.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·