Sejumlah umat Hindu menari saat Upacara Penyucian Abhiseka di Candi Prambanan, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (12/11/2025)(ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
MASA libur sekolah nan bakal berjalan 20 Juni hingga 12 Juli 2026 ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman memprediksi jumlah kunjungan berada diantara 300.000 – 450.000 kunjungan dengan rerata shopping wisatawan (akomodasi, makan minum, tiket masuk destinasi, shopping oleh-oleh, dan lain-lain) berada diantara Rp750 ribu – Rp1 juta per kunjungan.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Kus Endarto, hari Jumat di Pemkab Sleman. Lebih lanjut dia mengemukakan rerata length of stay visitor berada diantara 1,5-2,00 hari dengan rerata okupansi hotel di Kabupaten Sleman berada diantara 40%-60%. Kus Endarto menambahkan dari masa libur tersebut retribusi pariwisata di destinasi nan dikelola Pemerintah Kabupaten Sleman ialah Kaliurang dan Kaliadem sebesar Rp50 juta – Rp75 juta.
"Pada periode tersebut, peredaran duit dari visitor diperkirakan berada diantara Rp337,5 miliar sampai dengan Rp1.265,625 miliar," jelasnya.
Terkait masa libur sekolah 2026 mendatang, ujarnya Dinas Pariwisata Sleman bakal menerbitkan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata Sleman tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata nan Aman, Nyaman, Dan Menyenangkan pada saat Libur Sekolah, nan antara lain berisi memastikan penyelenggaraan Standar Operasional Prosedur (SOP), Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di destinasi pariwisata dan upaya pariwisata secara ketat; melakukan kalibrasi alias uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas/wahana upaya secara berkala, terutama untuk wahana dengan tingkat akibat secara rutin dan segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas/wahana jika terdapat kerusakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kerja dan wisatawan.
Selain itu, ujarnya, pengelola destinasi pariwisata disarankan agar dapat bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat mengenai penyediaan kebutuhan visitor guna meningkatkan perekonomian lokal. Dikatakan pengelola diharapkan dapat memastikan penyelenggaraan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment sustainability (CHSE) di destinasi wisata, desa wisata dan upaya jasa pariwisata (penyediaan akomodasi, makan dan minum, cindera mata dan upaya lainnya nan mendukung aktivitas berwisata).
Pengelola lokasi wisata nan berada di area lereng Gunung Merapi, katanya, diminta mematuhi dan mengikuti pengarahan dari BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Ggeologi) dan BPBD Kabupaten Sleman ketika terjadi peningkatan aktivitas Gunungapi Merapi nan mengakibatkan perubahan status Gunungapi Merapi.
Diminta pula untuk melakukan kerja sama dan koordinasi dengan jasa kedaruratan dan keamanan terdekat seperti Rumah Sakit, Palang Merah Indonesia, Kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, demi menjamin keselamatan dan keamanan visitor serta menjamin keselamatan dan keamanan tenaga kerja dan visitor di destinasi Wisata, desa wisata dan upaya jasa pariwisata, melalui kalibrasi alias uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas/wahana upaya secara berkala, terutama bagi pengelola jip wisata di Kawasan Kaliurang, Kawasan Kaliadem, dan Tebing Breksi.
Terkait dengan pembelanjaan wisatawan, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman meminta pengusaha ataupun pengelola lokasi wisata tidak meningkatkan nilai produk/layanan melampaui pemisah kelaziman dan memasang nilai jasa di tempat nan dapat dilihat dengan mudah oleh wisatawan.
Sedangkan nan mengenai dengan kebersihan, pengelola destinasi diminta untuk mengelola sampah dan limbah nan timbul dari aktivitas di destinasi wisata, desa wisata dan upaya jasa pariwisata untuk menjamin kelestarian, kebersihan dan keasrian lingkungan. "Kami bakal melakukan aktivitas monitoring dan pertimbangan terhadap Usaha Jasa Pariwisata nan ada di Kabupaten Sleman," ujarnya.
Sementara untuk periode Januari - Mei 2026 ini jumlah kunjungan visitor adalah sebesar 3.069.511 kunjungan, nan didominasi oleh kunjungan visitor nusantara sebanyak 97,97% alias setara dengan 3.007.123 kunjungan. "Bila dibandingkan dengan periode nan sama pada tahun 2025, maka terdapat penurunan sebesar 12,57% dari total kunjungan sebanyak 3.510.750 kunjungan," kata Kus.
Kunjungan visitor nusantara, imbuhnya terbanyak berasal dari Pulau Jawa sebesar 87,93% alias setara dengan 2.644.163 kunjungan, nan didominasi oleh visitor dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Ia mengungkapkan capaian jumlah kunjungan tersebut setara dengan 35,53% dari sasaran Dinas Pariwisata pada tahun 2026 sebesar 8.553.878 kunjungan. Para visitor nan berjamu ke Sleman ini terbanyak ke Candi Prambanan, Kawasan Kaliadem dan Kawasan Kaliurang. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·