Libur Sekolah, BGN Evaluasi Ribuan Dapur Bermasalah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Libur Sekolah, BGN Evaluasi Ribuan Dapur Bermasalah Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari(MI/Mohamad Farhan Zhuhri)

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal dihentikan selama masa libur sekolah ialah selama 18 hari sejak 22 Juni - 13 Juli 2026. Dalam periode itu, Badan Gizi Nasional bakal melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG nan dinilai belum memenuhi standar operasional.

Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari mengatakan pertimbangan dilakukan menyusul temuan beragam persoalan di lapangan, mulai dari kualitas dapur hingga tata kelola operasional nan dinilai belum seragam.

“Selama ini kami sudah banyak melakukan pemantauan. Bahkan mungkin teman-teman juga memandang di media sosial, ada dapur-dapur nan kurang sesuai dengan standar. Nah itu nan kelak bakal kami pertimbangan semua,” kata Sari di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, sebanyak 27.820 unit SPPG bakal dicek satu per satu kondisi dapur, kualitas layanan, hingga keberadaan penerima faedah nan dilayani oleh masing-masing SPPG.

Apabila ditemukan dapur nan tidak memungkinkan beraksi secara optimal alias tidak mempunyai penerima faedah nan memadai, BGN membuka kesempatan untuk mengalihkan pelayanan ke SPPG lain nan dinilai lebih siap dan berkualitas.

“Kalau memang ada nan tidak memungkinkan untuk beraksi alias bisa dialihkan ke SPPG terdekat nan lebih berkualitas, tentu itu bakal kami lakukan,” ujarnya.

Sari mengeklaim, pertimbangan nan dilakukannya berbeda dengan nan diterpakan ketua BGN sebelumnya. Pasalnya, pada awal BGN berdiri keberadaan dapur sebagai titik awal perencanaan, namun sekarang pihaknya memastikan terlebih dulu siapa penerima faedah nan bakal dilayani.

“Kami tidak mau fokusnya hanya pada SPPG. Sekarang nan dipastikan dulu penerima manfaatnya, lampau siapa nan bakal menyuplai kebutuhan mereka. Setelah itu baru mengikuti proses efisiensinya,” jelasnya.

BGN Evaluasi Dapur Dibawah Standardisasi 

Sari juga menyinggung sejumlah perubahan kebijakan teknis pada periode sebelumnya nan dinilai berkontribusi terhadap munculnya dapur-dapur dengan kualitas kurang memadai. 

Salah satunya mengenai perubahan standar luas dapur nan sempat dipangkas dari 400 meter persegi menjadi 150 meter persegi.

“Nah, perubahan-perubahan seperti itu nan menyebabkan ada dapur nan kemudian tidak memenuhi standar untuk menghasilkan kualitas makanan nan baik,” katanya.

Karena itu, masa libur sekolah hingga pertengahan Juli bakal digunakan BGN untuk melakukan pembenahan bertahap. 

Hasil pertimbangan tersebut nantinya menjadi dasar penentuan apakah suatu SPPG tetap dapat ditingkatkan kualitasnya alias justru perlu direstrukturisasi demi menjaga mutu penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia